Terkait posting di blog ini dengan judul HAKI, MELINDUNGI ATAU “MENJAJAH” KITA? September 22, 2008, Kami memperoleh bahan diskusi yang disampaikan pada diskusi “SKENARIO GLOBAL MENJERAT PENGERAJIN KECIL BALI” yang dilaksanakan oleh WALHI Bali dan Yayasan Manikaya Kauci dengan dukungan dari Third World Network (TWN) pada Selasa, 23 September 2008 di Sekretariat Yayasan Manika Kauci. Jl. Noja, Gang 37 No. 16 Denpasar – Bali
Silakan mendownload dua tulisan yang disiapkan oleh Hira Jhamtani berikut ini :
ASIALINE memang bukan nama baru di dunia desain dan produksi handicraft, Jeff merintis ASIALINE pada tahun 1998 dengan produk unggulannya batik photo frames lalu produknya kemudian berkembang termasuk bowls, dolls dan stationery. Sabtu malam 27 September 2008 adalah pembukaan Toko ASIALINE handicraft yang baru di Jalan Legian. Toko ini bukan yang pertama sebagai outlet retail handicraft ASIALINE karya Jeff Christianto, yang telah lebih dulu ada di Tegalalang. Tapi di ASIALINE Legian kita juga dapat melihat shop mungil yang ditata sangat menarik dengan display aneka karya barunya baik berupa bowl, wooden pencil flashdisk, custom ulekan, serta sekitar 60-an items lainnya.






Desain-desain produk yang ada di ASIALINE sederhana dan beberapa items masih tetap menggunakan motif batik dan materi kayu. Inspirasi desainnya kebanyakan muncul dari ragam hias dan falsafah budaya Indonesia juga Asia yang sedemikian rupa dieksplorasi dan dikombinasikan aplikasinya dengan materi kayu atau materi local lainnya. Namun demikian nilai-nilai penuh kesederhanaan inilah yang melekat menjadi ciri khas Jeff dalam mendesain produknya menjadi sangat bernilai.
Selain menjual produk secara retail, ASIALINE juga memenuhi keperluan handicraft untuk negara-negara lain. Selain pemasarannya dilakukan melalui keikutsertaan dalam craft trade show di dalam maupun luar negeri juga ditunjang dengan online display pada www.asialinebali.com

Jeff Christianto adalah seorang desainer yang kini juga menjadi chairman BEDO dan salah seorang aktifis di komunitas kreatif Bali. Oktober 2008 ini akan mengikuti pameran handicraft beserta peserta lainnya dari Indonesia yang produknya termuat dalam sebuah coffee table book mengenai craft Indonesia sekaligus merupakan peluncuran buku tersebut.
ASIALINE
Jalan Legian Kaja 457a Kuta Bali-Indonesia
info@asialinebali.com
Melalui Musyawarah Daerah VI Ikatan Arsitek Indonesia Daerah Bali yang bertempat di Hongkong Garden Restaurant By Pass Ngurah Rai, Padanggalak, Sanur – Bali pada 25 September 2008 telah terpilih Ketut Rana Wiarcha, ST, IAI sebagai Ketua IAI periode-2008 – 2011 menggantikan Widnyana Sudibya yang menjabat sebelumnya.
IAI adalah Ikatan Arsitek Indonesia yaitu organisasi profesi bagi arsitek di Indonesia yang memiliki cabang atau pengurus daerah di setiap provinsi di Indonesia. IAI Daerah Bali memiliki program pembinaan profesi bagi anggota serta program lain yang berhubungan dengan pendidikan dan pengabdian masyarakat. Salah satu program setiap tahunnya kita bisa menyaksikan Pameran Arsitektur Bali di arena Pekan Kesenian Bali yang merupakan program IAI Bali bersama pemerintah daerah provinsi Bali
Profil ketua umum IAI terpilih Ketut Rana Wiarcha, ST, IAI yang dalam kepengurusan sebelumnya menjabat sebagai sekretaris, lahir di Singaraja, 18 Agustus 1964. Tamat Sarjana Teknik Arsitektur tahun 1994 di Universitas Udayana.
Pengalaman kerja: rana wiarcha architectural production (konsultansi penelitian dan pengembangan arsitektur). Lingkup pelayanan usaha : Rancang Gagasan, Studi Kelayakan, Desain Arsitektur, Manajemen Konstruksi.
Pengalaman organisasi profesi: Sekretaris IAI Daerah Bali 2005 – 2008, sebagai Sekretaris II Majelis Pertimbangan di Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Daerah Bali periode 2007-2010.
Selamat atas terpilihnya ketua serta pengurus, semoga pengurus IAI Daerah Bali periode 2008-2011 dapat melanjutkan dan mengembangkan program yang telah dilaksanakan pada periode kepengurusan sebelumnya serta mampu melakukan akselerasi dengan perkembangan jaman dan kebutuhan anggota pada masa sekarang juga melakukan kerjasama dengan komunitas kreatif Bali sebagai program komunal menyongsong industri kreatif Bali yang lebih baik dan bernilai.
Diolah dari berbagai sumber. Untuk IAI Daerah Bali silakan liat blog http://iaibali.blogspot.com/

Adgi chapter Bali mengadakan acara fun gathering yang sederhana namun meriah pada tanggal 23 September di kampus B New Media Bali. Acara ini diikuti oleh sekitar 28 orang dengan mengadakan buka puasa bersama dan berbincang secara casual mengenai program Adgi chapter Bali. Fun gathering ini adalah acara casual yang dibuat Adgi Chapter Bali dalam rangka meningkatkan tali silaturahmi diantara anggota, pengurus dan calon anggotanya dan akan dibuat secara rutin disamping program-program resmi yang dijadwalkan akan dilanjutkan pada akhir Oktober dengan D Edge.
Semenjak diluncurkan pada 2 Agustus 2008 Adgi atau Asosiasi Desainer Grafis Indonesia chapter Bali telah mengadakan acara Zoom-In dengan sukses. Zoom-In adalah program Adgi dengan mengupas tuntas sebuah kasus dimana sebagai nara sumber pada Zoom-In pertama ini adalah Amran Hidayat dari AmrandFriend yang membawakan tema “Disain Komunikasi Visual Menghantar Booth Indonesia Memperoleh Award di Internationale Tourismus Borse (ITB) 2006 Berlin” dengan proyeknya stand pavilion Indonesia pada perhelatan pariwisata dunia di Berlin ITB yang meraih penghargaan utama pada tahun 2006 lalu.
Adgi Bali Chapter menyadari bahwa desainer grafis di Bali memiliki kesempatan untuk turut dalam pengembangan potensi ekonomi daerahnya, memiliki keunikan untuk ditawarkan dalam percaturan industri desain nasional dan regional, maka dari itu dikembangkan program – program yang dapat mengoptimalkan peluang, potensi, dan kualitas sumber daya manusia. Selengkapnya mengenai Adgi chapter Bali dapat dilihat di www.adgibali.blogspot.com
Filed under: Berbagi Cerita, Diskusi, Event | Tags: Berita, Diskusi, Event, Opini

Insan kreatif terkesiap beberapa minggu lalu mendapat kiriman email nan memilukan berjudul “Kisah Sedih Dari Bali”. Hampir di seluruh milis beredar dan segera menjadi sebuah perdebatan hangat. Berikut petikan emailnya:
Kisah sedih dialami Desak Suarti, seorang pengrajin perak dari Gianyar, Bali. Pada mulanya, Desak menjual karyanya kepada seorang konsumen di luar negeri. Orang ini kemudian mematenkan desain tersebut. Beberapa waktu kemudian, Desak hendak mengekspor kembali karyanya. Tiba-tiba, ia dituduh melanggar Trade Related Intellectual Property Rights (TRIPs). Wanita inipun harus berurusan dengan WTO.
“Susah sekarang, kami semuanya khawatir, jangan-jangan nanti beberapa motif asli Bali seperti `patra punggal’, `batun poh’, dan beberapa motif lainnya juga dipatenkan” kata Desak Suarti dalam sebuah wawancara.
Kisah sedih Desak Suarti ternyata tidak berhenti sampai di sana. Ratusan pengrajin, seniman, serta desainer di Bali kini resah menyusul dipatenkannya beberapa motif desain asli Bali oleh warga negara asing. Tindakan warga asing yang mempatenkan desain warisan leluhur orang Bali ini membuat seniman, pengrajin, serta desainer takut untuk berkarya.
Email itu adalah bagian kampanye perlindungan budaya yang dilakukan Indonesian Archipelago Culture Initiatives (IACI). Pada saat bersamaan memang sedang berjalan sidang gugatan masalah hak cipta desain perhiasan perak di pengadilan negeri Denpasar dan segera membuat HAKI menjadi sebuah pertanyaan besar bagi banyak kalangan terutama insan kreatif dan masyarakat pengerajin. Berikut petikan berita yang dilansir www.kompas.com :
Hak Kekayaan Intelektual
BEREBUT HASIL KREASI PERAJIN PERAK BALI
Minggu, 21 September 2008 | 00:55 WIBDengan mata berkaca-kaca, Ketut Deni Aryasa (32) di depan majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, Rabu (17/9), memohon agar dibebaskan dari segala tuduhan menjiplak hasil karya perhiasan perak yang diklaim milik warga Amerika Serikat.
”Ini sungguh menyakitkan hati. Peradilan saya juga menyakiti masyarakat Bali, khususnya perajin perak. Orang-orang asinglah yang meniru dan menjiplak hasil karya kami,” kata Deni di depan majelis hakim.
Deni terancam hukuman dua tahun penjara dan denda Rp 5 juta. Ia disidangkan sejak bulan Juni 2008 dengan dakwaan melanggar Pasal 72 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta.
Adalah PT Karya Tangan Indah (KTI), perusahaan milik warga Amerika Serikat, yang melaporkan bahwa Deni menjiplak dan memperbanyak perhiasan motif batu kali yang telah didaftarkan di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Padahal, perhiasan milik Deni disebut crocodile, idenya diambil dari corak kulit buaya. Secara kasatmata, saat kedua motif diperbandingkan di depan persidangan, sama sekali tidak mirip.
Motif batu kali milik KTI berbentuk oval mulus yang disusun berimpitan, sedangkan motif crocodile milik Deni seperti kulit buaya dengan bentuk tidak rata sehingga seperti berserat-serat. ”Saya bingung di mana kemiripannya,” ujar Deni.
Motif crocodile Deni juga telah terdaftar di Ditjen HKI tahun 2004. Artinya, kedua motif sama-sama diakui hak ciptanya.
Tahun 2000-2003, arsitek lulusan Universitas Udayana yang berdarah campuran Belanda-Cina dari ibu dan Bali dari ayah ini memang bekerja di PT KTI. Namun, ia mengaku tidak bekerja di bagian desain motif, tetapi di desain multimedia.
Salah satu saksi ahli di persidangan, Tjokorda Udiana Nindia Pemayun SSn SH MHum, dosen Institut Seni Indonesia Denpasar, menyatakan, hasil karya dari ide dasar yang berbeda tidak mungkin membuat hasil yang sama. Semua dipengaruhi oleh unsur substansial produk, seperti jenis material, proses penuangan, motif, dan tekstur.
Dampak dari kasus Deni, ribuan perajin perak Bali resah. Saat ini diperkirakan lebih dari 1.800 motif perhiasan perak Bali sudah diklaim hak ciptanya oleh warga asing, baik di Indonesia maupun di luar negeri.
Produk sejumlah perajin perhiasan perak sudah sering ditolak oleh negara tujuan ekspor dengan alasan melanggar hak cipta. Padahal, motif produk kerajinan mereka sudah dipakai sejak tahun 1970-an.
Para perajin perak kecewa terhadap pemerintah yang kurang proaktif dalam melindungi produk lokal. Ketika ada kasus di pengadilan dan ratusan orang meminta perlindungan, baru pemerintah dan wakil rakyat seperti tersadar dan bergerak.
Wakil Ketua Asosiasi Perajin Perak Bali Nyoman Mudita menyatakan, kasus ini menjadi momentum penting bagi pemerintah dan wakil rakyat. ”Kami meminta pemerintah mengayomi kami dari kekuatan kapitalis asing. Ada baiknya pemerintah mengecek ulang daftar hak cipta orang asing yang terdaftar di Indonesia. Jangan-jangan ada pencurian motif lokal,” ujarnya.
Bahkan, kata Mudita, ada motif tradisional Bali, seperti Batun Timun, Batun Poh, Kuping Guling, Parta Ulanda, dan Jawan, sudah didaftarkan pihak asing.
Di Desa Celuk, Kabupaten Gianyar, lebih dari 1.000 warganya menjadi perajin perak. Di sepanjang jalan di Celuk banyak galeri ataupun perajin yang tengah mengerjakan perhiasan perak.
Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali menunjukkan, ekspor kerajinan perak sepanjang Januari-Juli 2008 hanya Rp 60 miliar. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu mencapai Rp 1,4 triliun.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Bupati Gianyar Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengakui, pemerintah belum memberi perhatian cukup terkait hak kekayaan intelektual para perajin perak Bali.
Keduanya berjanji akan membentuk tim khusus guna menginventarisasi seluruh motif kerajinan perak Bali. (Ayu Sulistyowati)
Gubernur Bali Made Mangku Pastika bereaksi dan terjadi pertemuan dengan pihak yang tengah “bertikai” untuk mendengar dan menanyakan langsung kronologis permasalahannya. Ia mengatakan pihaknya bakal membentuk tim khusus untuk menangani masalah pencurian motif Bali oleh orang asing. “Itu harus kita bentuk untuk melakukan pencegahan,” tegasnya. Benarkah turun tangannya Mangku Pastika sebuah wujud berbenah bagi masalah hak cipta dimana Bali sangat rawan dengan kasus semacam ini ? Atau ini babak lain memasuki carut marutnya dunia “HAKI”
Mari melek HAKI, agar kita yakin bagaimana sesungguhnya fungsi dan perannya bagi kreatifitas yang telah diciptakan. Apakah benar hak cipta dibuat untuk melindungi kreatifitas atau hanya skenario global yang diciptakan untuk “menjajah” kembali Negara-negara dunia ke tiga.
Insan kreatif yang selalu mencipta tentulah galau berada dalam situasi semacam ini. Tapi jangan terburu bingung, ingin memperoleh referensi sebelum kita bertindak ? Hadiri acara diskusi yang diadakan oleh Walhi Bali dan Yayasan Manikaya Kauci dibawah ini :
“SKENARIO GLOBAL MENJERAT PENGERAJIN KECIL BALI”
Latar belakang
Saat ini pengerajin perak di Bali merasakan sebuah keresahan yang sama karena banyak motif-motof kerajinan Bali telah didaftarkan hak cipta oleh pengusaha asing seperti: pepatraan, jawan, jawan keplak, motif rantai tulang naga, motif dayak dan sebagainya yang sebenarnya merupakan hasil karya budaya bangsa yang telah diwariskan secara turun temurun.
Selain itu ketakutan untuk berkreatifitas juga disebabkan oleh terjadinya kriminalisasi dan gugatan hukum terhadap pengerajin kecil karena dianggap melanggar hak atas kekayaan intelektual (HAKI). Meski penindakan hukum terhadap pengerajin ini terlihat legal karena diatur dalam UU HAKI, namun kita tidak bisa menungkiri bahwa lahirnya peraturan yang berkarakter liberal-induvidualistik ini merupakan skenario global.
Kelemahan masyarakat sipil untuk membaca politik hukum, didesakkan oleh kapitalisme global dan kemudian diberlakukan kepada rakyat-rakyat kecil dinegara berkembang, telah memuluskan jalan pengerukan keuntungan bagi korporasi (TNC/MNC) dengan jalan menindas hak-hak kolektif rakyat. Jika tidak terjadi kesadaran kolektif untuk melawan perampokan aset-aset kolektif rakyat ini, maka kriminalisasi, penindasan pengerajin kecil demi melipatgandakan keuntungan dengan berkedok HAKI akan terus menerus terjadi. Tinggal kemudian pertanyaannya adalah, siapa korban berikutnya?
Atas dasar keprihatinan atas kondisi ini, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Bali dan Yayasan Manikaya Kauci (YMK) dengan dukungan dari Third World Network memfasilitasi diskusi terkait isu tersebut diatas.
Maksud dan Tujuan
- Disemininasi informasi tentang skenario global dalam penjajahan kembali negara-negara berkembang
- Melahirkan kesadaran agar rakyat kecil di negara berkembang bangkit melawan skenario global yang menindas
- Melindungi segenap hak kekayaan kolektif yang diwariskan oleh para leluhur sebagai hak atas budaya
Bentuk Kegiatan
Diskusi sambil menunggu berbuka puasa bersama (ngebuburit) bertema ”Skenario Global Menjerat Pengerajin Kecil Bali” dengan mitra diskusi:
1. Hira Jhamtani (Peneliti Bidang Globalisasi dan Lingkungan Hidup di Bali)
2. I Nyoman Mudita (Wakil Ketua Asosiasi Perak Bali)
Moderator: Ni Nyoman Sri Widhiyanti
Waktu dan Tempat
Hari/ tanggal : Selasa, 23 September 2008
Waktu : 15.00 wita
Tempat : Sekretariat Yayasan Manika Kauci. Jl. Noja, Gang 37 No. 16 Denpasar – Bali
Telp. (0361) 249630
Pelaksana
Acara ini dilaksanakan oleh WALHI Bali dan Yayasan Manikaya Kauci dengan dukungan dari Third World Network (TWN)
Oktober 2008 dalam sebulan penuh akan berisi acara-acara kreatif di bidang olahraga, seni, budaya, dan perayaan komunitas dengan beragam kreatifitas. Suatu hal yang menggembirakan karena masing-masing acara ini memiliki kekhasan masing masing dan audience serta skala yang berbeda. Sebagian acara merupakan kalender tahunan dan sebagian lagi merupakan acara yang baru pertamakali diadakan. Acara-acara tersebut adalah :
UBUD WRITERS & READERS FESTIVAL
Ubud Writers and Readers Festival 2008 adalah ajang pertemuan penulis dan dunia sastra Internasional. Pada tahun 2008 ini Ubud Writers & Readers Festival akan diselenggarakan pada 14-19 oktober 2008. Tema yang di angkat tahun ini adalah Tri Hita Karana, konsep umat Hindu Bali yang menggambarkan hubungan yang harmonis antara Tuhan, Manusia dan Alam.
Nara sumber yang merupakan author internasional yang di undang termasuk Vikram Seth dari India, Novelis dari Amerika John Berendt, penulis Inggris dengan peraih penghargaan Caryl Phillips, Alberto Ruy-Sanchez dari Meksiko, Alexis Wright dari Australia dan Helen Garner.
Ubud Writers & Readers Festival disebut sebagai ‘One of the top six literary Festivals in the world’ oleh majalah Harper’s Bazaar, Inggris. Tentunya hal ini patut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi untuk membuatnya lebih baik lagi. Untuk agenda acara selengkapnya silakan menghubungi
Ubud Writers & Readers Festival 2008
Panitia Penyelenggara: Saraswati Foundation
PO Box 181, Ubud, Bali 80571 ph: (0361) 780.8932 /fax: (0361) 977.684
info@ubudwritersfestival.com, www.ubudwritersfestival.com
BALI TAKSU INTERNATIONAL FILM FESTIVAL
YAYASAN BALI TAKSU tahun ini kembali menggelar festival film internasional yang ke dua dengan judul Balinale International Film Festival. Acara ini akan mendorong Balia menjadi pusat perfilman Asia, demikian keinginan Christine Hakim, Sarita Newson, dan Deborah Gabinetti, dari Yayasan Bali Taksu mengenai rencana pelaksanaan festival film internasional Bali Taksu, yang akan digelar pada 21-31 Oktober di Bali.
Sebanyak 50 film akan diputar dalam festival ini. Beberapa waktu lalu sebagai acara fundraising telah dibuat beberapa acara termasuk screening film Charlie Chaplin ketika mengunjungi Bali pada tahun 1930-an. Festival ini kepesertaannya terbuka bagi film maker di seluruh dunia baik film komersil, feature maupun dokumenter. Leonardo DiCaprio mengirimkan filmnya berjudul 11 Hours untuk diputar di acara ini. Untuk keterangan mengenai festival ini dan agenda lengkap Festival dapat menghubungi :
BALINALE International Film Festival
Bali Taksu Indonesia Foundation
Jalan Merta Sari 10-B | Sanur 80228 Bali | INDONESIA
T: + 62 (0) 361 270 908 F: + 62 (0) 361 286 425 M: + 62 (0) 81 835 5544
info@balinale.com. www.balinale.com
1st ASIAN BEACH GAMES
Asian Beach Games 2008 ini adalah ajang multi-olahraga tingkat Asia ke-2 yang diselenggarakan Indonesia setelah Asian Games 1962. Walaupun begitu, terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah awalnya tidak diajukan oleh Indonesia sendiri, maka ABG I ini adalah suatu kehormatan tersendiri bagi Indonesia, khususnya Bali menjadi tuan rumah perhelatan olah raga pantai se-Asia yang pertama dengan 45 negara sebagai peserta. Asian Beach Games akan diselenggarakan pada tanggal 18-26 Oktober di beberapa tempat di Bali mulai dari Nusa Dua, Kuta, Sanur dan Denpasar. Asian Beach Games akan diikuti sekitar 3.000 atlet yang memperebutkan medali dari berbagai cabang olahraga pantai seperti Balap perahu naga (dragon boat), Binaraga, Bola tangan pantai, Bola voli pantai, Gulat pantai, Kabbadi pantai, Layar, Olahraga jet-ski, Paragliding, Pencak silat pantai, Renang maraton, Selancar, Selancar angin, Sepak bola pantai, Sepak takraw pantai, Trilomba dan Woodball. Untuk agenda lengkap acara Asian Beach games dapat menghubungi :
Bali Asian Beach Games Organizing Committee
SECTOR at Bali Beach Golf Course
Jl. Hang Tuah No. 58, Sanur . Bali 80227
Telp. +62 – 361 – 283 011
Fax. +62 – 361 – 283 011
Email: info@babgoc2008.org
www.bali2008.org
6th KUTA KARNIVAL
Kuta Karnival ke-6 yang dijadwalkan digelar 18-26 Oktober 2008 di kawasan Pantai Kuta, Bali, akan mengangkat tema lingkungan sebagai salah satu upaya mengendalikan pemanasan global. Kuta Karnival 2008 ini akan dimeriahkan sekitar 20-an kegiatan di antaranya festival makanan, layang-layang, musik, kompetisi surfing, bartender, dan karnival. Karnival, menurutnya, akan diawali dengan pawai perdamaian (padle for peace) dengan peserta sekitar 4.000 orang. Untuk festival makanan misalnya, dipastikan akan mampu menyedot sedikitnya 7.000-8.000 pengunjung karena keragaman makanan yang disajikan dengan harga terjangkau.
Kuta Karnival merupakan salah satu dari 100 event nasional yang masuk agenda Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yang digelar di seluruh Indonesia dalam rangka 100 tahun Kebangkitan Nasional Indonesia pada tahun 2008 ini. Untuk agenda selengkapnya dapat menghubungi : Graha Wicaksana 0815575222.
NUSA DUA FIESTA
Festival Nusa Dua yang kini namanya menjadi Nusa Dua Fiesta kembali digelar tahun ini. Berbagai kegiatan mulai atraksi seni budaya, musik, olahraga, permainan sampai pameran akan dilangsungkan pada 10-14 Oktober 2008 mendatang di Peninsula Nusa Dua, Bali. Penyelenggara acara ini PT Bali Tourism Development Corporation (BTDC) menyampaikan informasi peserta pameran dalam Nusa Dua Fiesta mencapai 17 provinsi, 29 kabupaten, 5 BUMN, 16 hotel, 3 departemen, serta satu dari swasta.
Tema yang diusung kegiatan ini adalah Green Tourism yang sekaligus menunjukkan bahwa BTDC adalah kawasan pertama yang memeroleh sertifikasi Green Globe. Selain itu juga masih terkait dengan tema pertemuan besar UNFCCC Desember tahun lalu.
Untuk keterangan dan agenda acara Nusa Dua Fiesta dapat menghubungi :
Bali Tourism Development Center
Po. Box 3 Nusa Dua 80363 Bali Indonesia
Email: ince_btdc@indosat.net.id
Tel: +62-361-771010, Fax: +62-361-771014
Sementara acara lainnya yang juga akan menyemarakan bulan Oktober adalah :
GEMA PERDAMAIAN
Pengusungan obor dan lilin menyala disertai bendatang kain putih menyerukan perdamaian untuk dunia itu, akan dilakukan 12 Oktober mendatang berkenaan dengan enam tahun tragedi ledakan bom di Kuta, 12 Oktober 2002, kata Sudiarta Indrajaya, ketua panitia kegiatan bertajuk Gema Perdamaian, di Denpasar, Sabtu.
Ia mengungkapkan, pengusungan obor yang juga disertai kumandang doa sesuai kepercayaan dan agama mereka masing-masing itu, akan dilakukan sedikitnya oleh 10.000 umat lintas agama dan etnis yang datang dari berbagai daerah, bahkan sejumlah negara lain.
Demikian juga dengan turis asing yang sedang berada di Bali, akan diminta untuk ikut terlibat dalam kegiatan Gema Perdamaian dua enam tahun meletusnya bom Bali 2002.
Saat kegiatan mengelilingi monumen sebanyak tiga kali itu dilakukan, di kawasan tempat kegiatan akan juga ditayangkan pesan-pesan perdamaian dari sejumlah tokoh di dunia, ucapnya.
Selain itu, dalam semarak nyala lilin dan gema doa itu juga akan diseligi dengan serangkaian seni tari dan tebabuhan musik tradisional Bali, bahkan penampilan khusus seni rudat dari kelompok seniman muslim Pulau Dewata.
Sudiarta menyebutkan, kegiatan yang diprakarsai sejumlah kalangan atau organisasi yang bergerak di bidang kepariwisataan tersebut, sesungguhnya tidak dimaksudkan untuk mengenang atau mengingat-ingat tragedi yang sempat merenggut ratusan korban tewas dan luka-luka itu.
Kegiatan yang mengambil momentum ledakan bom tersebut, dimaksudkan untuk lebih menjalin kebersamaan antarberbagai etnis dan agama yang ada di dunia, guna terciptanya perdamaian yang abadi, ucapnya.
Penyelenggaraan Gema Perdamaian kali ini merupakan yang keenam kalinya digelar di tempat yang sama, namun dengan materi penyajian yang sedikit berbeda.(ANT) Sumber : www.kompas.com
Rangkaian acara ini boleh jadi indikasi yang semakin baik bagi bisnis pariwisata dan komponen penunjang lainnya dengan prediksi dampak ekonominya bagi Bali. Namun telah siapkah Bali dengan infrastruktur penunjangnya? Termasuk pelayanan yang memuaskan bagi siapa saja yang datang ke Bali?
Dari asosiasi hotel BHA (Bali Hotel Association) tersiar kabar bahwa mulai akhir September hingga akhir Oktober tingkat hunian hotel mencapai rata-rata yang menggembirakan mendekati 100%. Yang bakal kewalahan adalah penerbangan dan layanan airport Ngurah Rai, transportasi local, dan lalu lintas terutama di daerah Kuta. Akankah kesibukan acara semacam ini menjadi bahan studi bagi pemangku kepentingan untuk mengevaluasi, berbenah dan memperbaiki kekurangan-kekurangannya ?
Filed under: Award, Berita Komunitas | Tags: Architecture, Award, Berita kreatif
Ada satu lagi berita menggembirakan bagi dunia kreatif Bali khususnya arsitektur, padahal baru saja ia memperoleh 2008 ASEAN Energy Award untuk energy efficient building pada kategori bangunan tropis untuk arsitektur Ubud Hanging Garden kini Natura Resort di Ubud karya arsitek Popo Danes terpilih sebagai Selected Projects dalam buku “Bioclimatic Facade” yang dibuat oleh Dr. Ken Yeang, dan disponsori oleh Somfy. Bukan hanya itu, Popo Danes firma arsiteknya juga terpilih sebagai 3 top arsitek yang berhak mendapat award untuk mengikuti 2008 Somfy Living Architecture seminar di Venisia, dalam rangka acara Bienal arsitek terkemuka “Biennale d’architecture”, Pada 15-16 October.
Karyanya terpilih dengan menyisihkan peserta lainnya melalui penilaian dewan juri para pakar dan arsitektur terkemuka diantaranya Dr. Ken Yeang seorang architect-planner, ecologist dan pengarang buku yang dikenal dengan karya-karyanya sebagai innovative green buildings & masterplans. Dia juga membuat buku dengan tema ecological design & tall building design. Karya terakhirnya, Ecodesign: Manual for Ecological Design, diterbitkan oleh John Wiley & Sons (UK). Juri lainnya selain Dr. Ken Yeang adalah Dr. Ryu Choon Soo (Korea), Associate Prof Lee Siew Eang (Singapore) yang merupakan pimpinan the Energy Sustainability Unit (ESU) di the National University of Singapore (NUS), dan juga Direktur Centre for Total Building Performance (CTBP). Dan Mr. Ar. Kris Yao (Taiwan)
Adapun hasil selengkapnya adalah :
Proyek terpilih:
1. wNw Cafe, Vietnam by Ar Vo Trong Nghia (Vo Trong Nghia Co., Ltd)
2. wNw Bar, Vietnam by Ar Vo Trong Nghia (Vo Trong Nghia Co., Ltd)
3. Balum Rainforest Resort, Malaysia by Ar SP Ng (C’Arch Architecture & Design)
4. Samal Cottages, Davao Philippines by Ar. Francisco “Bobby” T Manosa (Manosa & Co)
5. Pasar Super Bazaar, Bandung Indonesia by LABO. Architecture+Design
6. Natura, Indonesia by Popo Danes Architect
3 Arsitek terbaik adalah:
1. Popo Danes Architect
2. Manosa & Co
3. Vo Trong Nghia Co., Ltd
Natura Resort karya Popo Danes bukan kali ini saja mendapat penghargaan. Tahun 2004 Natura Eco-Resort and Spa dianugerahi ASEAN Energy Award. Dengan demikian semakin jelas bahwa daya saing kreatif insan kreatif di Bali tidak diragukan lagi dan semoga momen menggembirakan ini menjadi motivasi bagi insan kreatif lainnya untuk berkarya dan berprestasi lebih baik lagi.
Filed under: Artikel Kreatif, Diskusi, Event | Tags: Berita, Diskusi, Event
Oleh Luh De Suryani dimuat di www.balebengong.net
Semangku sup hangat menjadi menu pembuka dialog santai, Soup Chat, antar pekerja kreatif di Bali, Jumat (29/8) lalu di Renon, Denpasar. Sekitar 30 orang dari berbagai profesi dan latar belakang pekerjaan berdiri menyimak presentasi dari komunitas penyuka olahraga paragliding sambil menyeruput sup sayur yang gurih.
Tony dari Komunitas Paragliding menjelaskan potensi olahraga paralayang ini dikembangkan di Bali. Tony yang juga atlet paragliding Bali ini menjelaskan cara kerja alat-alat olahraga paragliding dan bagaimana industri ini telah berkembang di Bali. “Awalnya hanya hobi menjadi bisnis baru,” ujar Toni yang melakukan bisnis paraglidingnya di kawasan Jimbaran, Kabupaten Badung ini.
Presentasi dari berbagai kegiatan baru di Bali adalah menu utama Soup Chat yang dilakukan setiap bulan. Ini adalah langkah awal untuk membangun industri kreatif di Bali. “Berbagai hidangan utama bergulir dari mulai presentasi kisah jalan-jalan, karya arsitektur, pengamatan kota tua, musik hidup, sulap, logika ilusi, dan lainnya,” kata Fransiska Prihadi, salah satu penggagas Soup Chat ini.
Salah satu menu utama Soup Chat yang mendapat tanggapan luas adalah ide untuk membentuk Bali Creative Community (BCC) yang dipresentasikan Arif Budiman, seorang desainer grafis.
Indonesia sendiri baru tahun ini mempersiapkan potensi industri kreatif ini. Pada awal Agustus lalu dihelat Pameran Ekonomi Kreatif Indonesia 2008 di Jakarta. Kegiatan ini menunjang peluncuran Cetak Biru Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2009 – 2025 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 4 Juni lalu.
Arif Budiman, pencetus Bali Creative Community yang akrab dipanggil Ayip ini mengatakan industri kreatif yang modal utamanya adalah manusia kini menjadi destinasi dan reperesentasi bangsa di dunia global. ”Kita perlu event yang konsisten untuk memunculkannya sebagai destinasi mendampingi pariwisata,” kata Ayip, Direktur Creative Matamera Communication yang juga mengikuti Pameran Ekonomi Kreatif itu.
Banyak produk kreatif yang sudah menjadi ikon Bali namun belum dimaksimalkan sebagai destinasi. Misalnya Majalah Bogbog, majalah kartun bilingual pertama di Indonesia sebagai medium komunikasi baru atau Suicide Glam, merek pakaian rock and roll yang sudag masuk pasar internasional.
Suicide Glam sebagai industri fashion berupaya menciptakan brand dengan menyatakan produknya adalah hasil handmade. “Semua produk dibuat di Bali dengan cara yang adil, humanitarian working condition, dan dikerjakan secara detail,” ujar Rudolf Dethu, pemilik label ini yang juga mantan manajer grup musik Superman is Dead.
Ada lagi Suarti Jewellery, kelompok musik Superman is Dead, arsitektur karya Popo Danes, Ubud Writers and Readers Festival, dan lainnya.
Industri kreatif ini di sejumlah negara maju seperti Inggris dan Jepang menjadi penggerak peningkatan pendapatan masyarakatnya. Ada enam hal yang mendorongnya, yakni pertumbuhan signifikan pendapatan per kapita penduduk, dampak sosialnya yang masif seperti pemeraatan kesejahteraan dan tumbuhnya toleransi sosial.
Inggris, misalnya, negara dimana industri ini begitu dibanggakan pemerintahnya mampu menyumbang lebih dari 8% pendapatan nasionalnya. Serta membuka lebih dari dua juta lapangan pekerjaan per tahun.
Sementara Korea Selatan kini memprioritaskan industri kreatif sebagai penyokong pendapatan nasional. Mereka fokus di bidang industri game, animasi digital, informasi teknologi, dan mobile content.
Potensi sumber daya kreatif ini telah memberikan kontribusi yang cukup besar pada produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Menurut Departemen Perdagangan dari total PDB nasional pada 2006, industri kreatif menyumbang 104,8 triliun rupiah atau 5,7%. Dari jumlah itu, tiga industri terbesar di bidang ini yang berkontribusi besar pada PDB Indonesia adalah fashion (30%), Kerajinan (23%), dan periklanan (18%). Lainnya adalah penerbitan dan percetakan, media, televisi, desain, arsitektur.
Sementara kontribusi PDB Bali menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali terbesar masih di bidang perdagangan, hotel, dan restoran (33%) . Disusul bidang pertanian, peternakan, dan perikanan.
Pengangguran juga menjadi masalah besar di Bali, karena jumlahnya semakin banyak. Menurut data BPS Bali, per Februari 2008 ini saja terdapat 95.500 orang pengangguran terbuka di Bali.
Industri kreatif diyakini memunculkan penciptaan iklim bisnis yang mengembangkan banyak lapangan usaha baru, sebagai sumber daya terbarukan, membentuk citra dan identitas bangsa, serta memunculkan branding destination. “Bali perlu mengkolaborasikan industri ini dengan pariwisata agar tercipta multiflier effect dan mengurangi eksploitasi sumber daya alam bagi pembangunan pariwisata yang masif,” kata Ayip. [b]
Filed under: Berbagi Cerita, Berita Komunitas | Tags: Berita Komunitas, Program
Semangat paguyuban yang diusung komunitas memang model ampuh yang membuka tabir sekat-sekat entah status, jarak ataupun tingkatan tertentu yang biasanya menjadi jurang pemisah. Yang tengah terjadi dengan upaya komunitas kreatif di Indonesia adalah semangat membagi kreatifitas sebagai titik balik pemberdayaan, entah pemberdayaan individu, komunitas maupun ekonomi. Bermodalkan niat serta pandangan positip bahwa setiap rintangan dapat dilalui bersama, geliat komunitas kreatif semakin membahana. Sense of belonging, sense of togetherness dan trustworthiness adalah tiga sekawan yang mengiringi semangat kebangkitan komunitas lewat kreatifitas ini. Benarkah ?
Ketika Indonesia memasuki babak ekonomi gelombang ke empat yang dicanangkan oleh SBY Agustus lalu mewakili Negara RI maka sebetulnya geliat komunitas telah tumbuh sebelumnya itu. Rangkaian aktifitas komunitas berbarengan dengan program yang dijalankan pemerintah menggulirkan creative economy memompa semangat baru yang digeber dengan serangkaian kampanye melalui pameran dan acara. Dan lewat perjuangan komunitas kreatif di Bandung lewat Helar Festival dengan 31 mata acara seakan membuktikan bagaimana “sihir” komunitas benar adanya.
“Jika sebelumnya kita mengenal triple ABG yaitu Academician, Business dan Governmment yang harus menopang berlangsungnya creative economy secara berkelanjutan, maka triple helix ini kini harus punya satu teman baru yaitu civil society alias komunitas untuk mencapai tujuan lebih cepat dan membumi”. Hal ini diucapkan oleh Irvan Noe’man, salah soerang penggagas Indonesia Design Power dan kini juga bergiat di Creative Center Indonesia. Bahkan dalam pesan singkatnya ia menulis “perlu segera dibuat manifesto komunitas kreatif Indonesia”. Pesan yang sangat masuk diakal jika melihat geografis Indonesia dengan kemajemukannya kalau harus terus menunggu komando dan mulainya pemerintah –terutama di daerah- membuat kebijakan konstruktif menjalankan program ekonomi kreatif ini.
Maka Bandung dan Bali yang membangun jejaringnya secara casual lewat sms, facebook, email dan sesekali ngopi bareng ini meyakini keragaman dapat memperkaya komunitas kreatif dan berbagi pengalaman serta pengetahuan harus dilanjutkan ke jenjang yang lebih nyata lagi yaitu bertukar program. Rangkaian inilah yang tengah menjadi topic hangat mengawali jejaring komunitas kreatif Bandung dan Bali.
Di sela pekerjaannya sebagai arsitek dalam lawatannya ke Bali Ridwan Kamil menyempatkan bertemu dengan perwakilan komunitas kreatif bali dan pada akhir pertemuan meyakini jaringan komunitas ini harus dibangun menjadi lebih konstruktif agar manfaatnya dapat dinikmati secara nyata. Ia berujar, “Kini Bandung membina persahabatan dan jejaring dengan 20-an creative city di dunia dan akan terjadi sebuah proses yang baik karena kita akan saling mengunjungi dan bertukar program. Asia Creative Entrepreneur Network yang diresmikan di Bandung Agustus lalu merupakan momen penting untuk para insan kreatif Indonesia berkiprah dalam kreatifitas yang lebih bernilai melalui jaringan”. Bahkan Ridwan menawarkan Komunitas Kreatif Bali menjadi tuan rumah untuk pertemuan Creative Entrepreneur sedunia pada Maret 2009.
Bukan hanya Ridwan Kamil selaku ketua Bandung Creative City Forum, tapi lewat komunikasi Facebook Gustaff Hariman Siregar selaku direktur Common Room dan Andarmanik dari komunitas Jendela Ide juga mendorong segera dijalinnya jejaring komunitas yang lebih nyata. Kedua orang yang disebutkan itu termasuk tim Bandung Creative City yang juga masing-masing memiliki komunitas, visi dan harapan yang besar dalam memberdayakan peran komunitas. “kuncinya setiap orang harus berbagi peran” kata Ridwan Kamil ketika ditanya bagaimana komunitasnya bekerja.
Dan Bali, komunitas kreatifnya -di sela persiapannya menggelar acara Bali Creative Power- terus melakukan sosialisasi dengan berbagai komunitas kreatif dan asosiasi profesi kreatif untuk membuat komunitas lebih luas manfaatnya. Selain itu aktif mengikuti acara-acara yang diadakan oleh pemerintah pada Pekan Produk Budaya Indonesia di Jakarta Juni 2008 dan Pameran Ekonomi Kreatif Indonesia Bisa di Jakarta Agustus 2008 juga bulan depan menjadi peserta pada Zona Kreatif Industri Indonesia pada acara Trade Expo Indonesia 2008 di Kemayoran Jakarta. Bahkan kini tengah mempersiapkan kerjasama jaringan dengan komunitas kreatif di Bangkok, Thailand dengan membuat Bangkok-Bali Creative Network dimana pada bulan Oktober 2008 ini Bali diberi “ruang” untuk mempresentasikan program dan karya-karya kreatif dan programnya pada Bangkok Design Festival demikian pula pada saatnya nanti Bali “menjamu” mereka dalam acara yang akan diadakan di Bali.
Jika jejaring komunitas ini dapat berjalan tentunya akan bertambah seru dan menarik. Bukan lagi sekadar bertukar pengalaman atau pengetahuan tetapi membuka jaringan yang lebih luas lewat persinggungan aktifitasnya memberikan kemudahan sebagai promosi dan bisnisnya.
Membangkitkan kinerja komunitas dan tetap menjalankan kreatifitas yang telah dimiliki adalah dua hal berbeda namun dijalankan secara beriringan. Keduanya saling “menunggangi” dan memberi manfaat. Yang satu membangun social capital, satunya lagi membangun entrepreneurship dan keduanya pantas saling menjaga keserasian. Bergabung dalam komunitas kreatif untuk lebih memantapkan potensi yang telah dimiliki oleh individu, institusi maupun komunitas masing-masing. Jadi, mari bersama kita songsong esok yang lebih baik itu….“The greatest danger for most of us is not that our aim is too high and we miss it, but that it is too low and we reach it.” (Michael Angelo)
Filed under: Artikel Kreatif, Referensi | Tags: Artikel Kreatif, Referensi
Ketika kita mendengar kata kreativitas, seringkali yang muncul di benak kita adalah para penulis, pelukis, penyair, musisi – para seniman yang bergerak di dunia seni. Padahal kreativitas mencakup hal-hal yang lebih luas, misalnya: mengelola bisnis yang berkembang pesat, meningkatkan nilai penjualan produk kita, melakukan negosiasi bisnis, menyusun program komputer, menjadi orang tua yang inovatif, memiliki hidup yang menyenangkan dan membahagiakan, semuanya memerlukan tingkatan tertentu kreativitas. Kreativitas dan saat-saat penuh inspirasi merupakan hal yang sangat penting bagi segala aspek yang kita lakukan dalam hidup ini – hubungan, keluarga, bisnis, pekerjaan, dan komunitas sosial.
Pengelola rubrik:
Aribowo Prijosaksono dan Roy Sembel
Aribowo Prijosaksono (email:aribowo_ps@hotmail.com) dan Roy Sembel (http://www.roy-sembel.com) adalah co-founder dan direktur The Indonesia Learning Institute – INLINE (http://www.inline.or.id), sebuah lembaga pembelajaran untuk para eksekutif dan profesional.
Kita semua dilahirkan dengan potensi kreativitas. Salah satu ciri yang membedakan manusia dengan ciptaan Tuhan yang lain adalah kreativitas kita atau kemampuan kita mencipta. Hal ini merupakan sifat hakiki kita sebagai manusia dan merupakan bagian dari siapa kita. Kreativitas merupakan instink kita yang terbawa sejak lahir. Sebagaimana yang pernah kita bahas dalam edisi Mandiri 18, bahwa sesungguhnya alam telah mengajarkan kita untuk menjadi kreatif.
Segala sesuatu di dunia ini dibuat atau dibentuk dari sejumlah kecil unsur. Misalnya dalam ilmu fisika dikenal bahwa semua zat dibentuk dari partikel proton dan elektron. Dalam kimia kita ketahui bahwa berbagai jenis bahan kimia terbentuk dari senyawa karbon dan hidrogen. Lebih jauh lagi kita ketahui pula bahwa semua perhitungan yang rumit dalam matematika, statistika maupun akuntansi keuangan, pada dasarnya terdiri hanya sepuluh lambang angka. Berbagai karya tulisan, sastra dan ilmu pengetahuan tersusun dari hanya 26 alfabet! Demikian halnya musik baik itu berupa musik klasik, rock n roll, new wave, pop tercipta dengan sebuah harmonisasi yang indah dari 7 nada dasar.
Pelajaran apa yang dapat kita petik dari semua ini? Jawabannya adalah kreativitas. Kita dapat menciptakan banyak hal dari sumber daya yang terbatas dengan melakukan proses kreativitas. Kreativitas berasal dari kata dasar kreatif yang memiliki akar kata to create yang artinya mencipta. Inilah sesungguhnya Kuasa yang diberikan oleh Tuhan (ingat bahwa we are given the authority to use the Power of God – Kita diberikan wewenang untuk menggunakan Kuasa Tuhan). Inilah yang membedakan manusia dengan ciptaan Tuhan yang lainnya. Kita diberi kemampuan untuk mencipta, termasuk menciptakan realitas baru dalam kehidupan kita. Sehingga apa pun situasi atau keterbatasan kita, kita memiliki potensi untuk menciptakan berbagai hal, termasuk keberhasilan dan kebahagiaan dalam hidup ini. Kita tidak memerlukan banyak sumberdaya untuk dapat menciptakan banyak hal yang memberi arti bagi kehidupan.
Oleh karena itu penting sekali bagi kita untuk mulai belajar mengembangkan kreativitas dalam diri kita. Seorang anak kecil dapat membuat berbagai macam bentuk dari misalnya 50 potongan lego. Demikian halnya telah jutaan bahkan milyaran penemuan manusia yang berasal dari unsur-unsur yang terbatas atau sederhana. Penemuan roda yang berbentuk lingkaran misalnya telah menyebabkan terciptanya ribuan bahkan jutaan produk seperti mobil, kereta api, sepeda, ban berjalan, dan sebagainya.
Sebelum kita lebih jauh membahas tentang kreativitas, ada baiknya kita mengetahui bagaimana proses atau cara berpikir kita, sehingga kita bisa mengoptimalkan cara otak kita memproses informasi dan kemudian menemukan jalan untuk memecahkan masalah maupun memunculkan gagasan-gagasan tertentu.
Perilaku dan Cara Berpikir
Sistem identifikasi gaya belajar Visual-Auditory-Kinestetik yang pernah kita bahas dalam Mandiri edisi 40 (tentang membaca dengan efektif) membedakan bagaimana kita menyerap informasi. Sedangkan untuk menentukan dominasi otak dan bagaimana kita memproses informasi, kita dapat menggunakan model yang dikembangkan oleh Anthony Gregorc, seorang pakar bidang pendidikan dan pengajaran di Universitas Connecticut. Menurutnya ada dua kemungkinan dominasi otak, yaitu: persepsi konkret dan abstrak, dan kemampuan pengaturan secara sekuensial (linear) dan acak (nonlinear).
Kedua kemungkinan dominasi otak ini dapat dipadukan menjadi empat kombinasi kelompok yang disebut dengan cara berpikir kita. Gregorc menyebut model cara berpikir ini: sekuensial konkret, sekuensial abstrak, acak konkret, acak abstrak. Orang yang termasuk dua kategori ”sekuensial” cenderung memiliki dominasi otak kiri (logis, analitis, sekuensial, linear dan rasional), sedang orang-orang yang berpikir secara ”acak (random) biasanya termasuk dalam dominasi otak kanan (acak, tidak teratur, intuitif dan holistik).
Pemikir Sekuensial Konkret
Pemikir sekuensial konkret memperhatikan dan mengingat detail dengan lebih mudah, mengatur tugas dalam proses tahap demi tahap, dan berusaha mencapai kesempurnaan. Mereka selalu memecahkan masalah, dan mengambil keputusan berdasarkan fakta atau kenyataan dan mengolah informasi dengan cara yang teratur, linear, dan sekuensial. Bagi para sekuensial konkret, realitas terdiri dari apa yang mereka ketahui melalui indra fisik mereka, yaitu: indra penglihatan, peraba, pendengaran, perasa dan penciuman. Mereka memperhatikan dan mengingat realitas dengan mudah, dan mengingat fakta-fakta, informasi, rumus-rumus, dan aturan-aturan dengan mudah. Orang sekuensial konkret selalu mengatur tugas-tugas menjadi proses tahap demi tahap dan berusaha keras untuk mendapatkan kesempurnaan pada setiap tahap. Mereka menyukai prosedur baku dan pengarahan. Karena kebanyakan dunia bisnis diatur dengan cara ini, mereka menjadi profesional bisnis yang sangat baik.
Berikut ada beberapa kiat bagi orang-orang sekuensial konkret: (1) atur atau rencanakan minggu atau hari-hari anda secara realistis, (2) pastikan anda mengetahui semua detail yang anda butuhkan untuk menyelesaikan tugas, (3) tentukan deadline dan pecah tugas anda menjadi beberapa tahap, (4) aturlah lingkungan kerja anda sehingga nyaman dan tentram.
Sekuensial Abstrak
Realitas bagi pemikir sekuensial abstrak adalah dunia teori metafisis dan pemikiran abstrak. Mereka suka berpikir dalam konsep dan menganalisis informasi. Proses berpikir mereka logis, rasional dan intelektual. Aktivitas favorit pemikir sekuensial abstrak adalah membaca, dan jika suatu proyek perlu diteliti, mereka akan melakukannya dengan mendalam. Mereka ingin mengetahui sebab-sebab di balik akibat dan memahami teori serta konsep. Para pemikir sekuensial abstrak biasanya adalah filsuf-filsuf besar dan ilmuwan.
Kiat-kiat bagi para pemikir sekuensial abstrak adalah: (1) latih diri anda berpikir: ketika memecahkan masalah, ubah masalah anda menjadi situasi teoritis dan pecahkan dengan cara itu, (2) perbanyak rujukan anda dan pastikan anda mendapat semua fakta yang anda inginkan jika anda terlibat suatu proyek, (3) upayakan keteraturan, buatlah tabel-tabel, grafik langkah-langkah dan waktu yang diperlukan untuk setiap tugas anda, (4) analisislah orang-orang yang berhubungan dengan anda.
Acak Konkret
Pemikir acak konkret mempunyai sikap eksperimental yang diiringi dengan perilaku yang kurang terstruktur. Seperti pemikir sekuensial konkret, mereka berdasarkan pada fakta dan kenyataan, tetapi ingin melakukan pendekatan coba-coba (trial and error). Karenanya, mereka sering melakukan lompatan intuitif yang diperlukan untuk pemikiran kreatif yang sebenarnya. Mereka mempunyai dorogan kuat untuk menemukan alternatif dan mengerjakan segala sesuatu dengan cara mereka sendiri. Mereka lebih berorientasi pada proses daripada hasil; akibatnya, proyek-proyek sering tidak berjalan sesuai dengan yang mereka rencanakan karena eksplorasi dan kemungkinan-kemungkinan yang muncul selama proses.
Kiat-kiat bagi pemikir acak konkret antara lain: (1) percayalah bahwa melihat segala sesuatu lebih dari satu sudut pandang adalah hal yang baik. Temukan ide-ide alternatif dan eksplorasi semuanya, (2) Libatkan diri anda dengan proyek yang memerlukan pemecahan masalah, atau kerjakan tugas anda sendiri dengan memunculkan pertanyaan dan kemudian memecahkannnya, (3) tentukan deadline untuk setiap tugas anda dan kemudian usahakan untuk menyelesaikannya tepat waktu, (4) kalau anda merasa bosan, buatlah perubahan-perubahan kecil untuk tetap menajamkan pikiran anda, (5) carilah orang-orang yang menghargai pemikiran divergen untuk mendukung anda.
Acak Abstrak
Bagi para pemikir acak abstrak, realitas adalah dunia perasaan dan emosi. Mereka tertarik pada nuansa bahkan sebagian cenderung pada mistisisme. Pemikir acak abstrak menyerap ide-ide, informasi, dan kesan, kemudian mengaturnya dengan refleksi. Mereka mengingat dengan sangat baik jika informasi dipersonifikasikan. Mereka merasa dibatasi ketika berada di lingkungan yang sangat teratur sehingga biasanya tidak betah bekerja di bank atau sejenisnya.
Kiat-kiat bagi pemikir acak abstrak antara lain: (1) carilah rekan-rekan yang bisa bekerja sama dengan anda dan (2) ketahuilah betapa kuat emosi mempengaruhi konsentrasi anda, sehingga hindari orang-orang negatif, (3) ciptakan asosiasi visual dan verbal seperti metafora, cerita-cerita lucu, dan ungkapan kreatif untuk membantu anda mengingat, (4) bekerjalah dengan konsep yang besar, baru kemudian ke detail-detail yang ada, (5) berhati-hatilah untuk memberikan waktu yang cukup untuk menyelesaikan pekerjaan anda, (6) gunakan isyarat-isyarat visual, seperti menempel catatan di dinding kamar kerja, cermin, mobil atau di mana saja yang sering anda lihat. Warnai kalendar dan catatan anda.
Bagaimana meningkatkan kreativitas kita?
Dengan mengetahui kreativitas sebagai sifat hakiki kita sebagai manusia dan memahami bagaimana cara dan proses kita berpikir, kita akan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam memecahkan masalah, mengambil keputusan maupun mengembangkan gagasan atau ide. Kreativitas dalam hal ini tidak terbatas pada pengembangan gagasan atau inspirasi ide, tetapi termasuk kreativitas dalam pengambilan keputusan maupun pemecahan masalah. Berikut ada sejumlah kiat-kiat untuk mengembangkan kreativitas kita:
Jadilah penjelajah pikiran
Salah satu ciri orang yang kreatif adalah selalu terbuka dengan gagasan atau kemungkinan baru. Namun terbuka dengan hal atau gagasan baru, berbeda dengan proses secara aktif mencari dan mengembangkan gagasan. Kreativitas berarti kita secara aktif mencari dan mengembangkan gagasan secara terus-menerus. Seperti halnya seorang penjelajah, seorang kreatif senantiasa berusaha mencari berbagai cara yang berbeda untuk mengerjakan sesuatu. Seorang penjelajah pikiran meyakini bahwa ada banyak kemungkinan, peluang, produk, jasa, teman, metoda dan gagasan yang menunggu untuk ditemukan. Banyak kemajuan yang signifikan di bidang seni, bisnis, pendidikan dan ilmu pengetahuan terjadi karena seseorang yang senantiasa menjelajahi alam pikiran dan mengeksplorasi hal-hal yang belum pernah dipikirkan oleh orang lain sebelumnya. Para penjelajah tidak takut dengan ketidaktahuan dan ketidakpastian. Mereka yakin bahwa kebahagiaan dan kesuksesan tidak datang dari mengikuti jejak orang lain, melainkan mencari dan mencari jalannya sendiri. Seperti yang dikatakan oleh Robert E. Peary penjelajah pertama yang mencapai Kutub Utara: In veniam viam aut faciam (I will find a way or make one – saya akan menemukan jalan atau membuat jalan baru).
Kembangkan pertanyaan
Bertanyalah tentang apa saja. Kata pertanyaan dalam bahasa Inggris question diambil dari bahasa Latin quarere (yang berarti mencari), sama halnya dengan kata quest (mencari). Kehidupan yang kreatif merupakan upaya mencari terus-menerus (continuing quest). Selalu bertanya merupakan keharusan untuk kita dapat bertumbuh dan berkembang. Jangan menganggap segala sesuatu sudah semestinya (take it for granted), senantiasa pertanyakan dan bertanyalah tentang apa pun yang anda lihat dan anda lakukan dalam kehidupan ini.
Kembangkan gagasan sebanyak -banyaknya
Seorang pemenang hadiah Nobel di bidang Kimia, Linus Pauling pernah mengatakan: ”the best way to get good ideas is to get a lot of ideas.” Cara terbaik untuk mendapat gagasan yang bagus adalah dengan mengumpulkan banyak sekali gagasan. Jika kita senantiasa membatasi dengan satu gagasan, satu jawaban, satu cara, dan satu kehidupan yang kita jalani, kita tidak akan pernah memperoleh hal-hal terbaik yang dapat diberikan oleh kehidupan ini kepada kita. Latihlah pikiran anda untuk senantiasa mencari banyak solusi atau alternatif. Kembangkan kreativitas dan imajinasi anda senantiasa. Jika kita hanya memiliki satu cara atau satu jawaban atas masalah kita, maka kita harus ingat bahwa banyak sekali pilihan dan alternatif untuk masalah tersebut, siapa tahu justru alternatif kedua, ketiga dan seterusnya justru yang merupakan jawaban atau solusi terbaik. Terbukalah terhadap alternatif dengan cara membuka pikiran kita.
Langgar peraturan dan hancurkan kebiasaan lama
Menjadi kreatif seringkali berarti melanggar aturan atau pola-pola lama yang sudah ada, dan mengembangkan cara-cara baru dalam melakukan sesuatu. Jika kita tidak memperoleh hasil yang baik seperti yang kita inginkan, baik itu dalam hal hubungan, pekerjaaan, maupun bisnis, cobalah untuk melakukan hal yang berbeda. Bagaimana anda mengharapkan hasil atau keadaan yang berbeda dengan apa yang anda miliki sekarang, jika anda tetap melakukan hal yang sama. Jika anda menginginkan hasil yang berbeda, lakukan hal yang berbeda. Keluarlah dari zona kenyamanan (comfort zone) anda dan lakukan sesuatu dengan hidup anda.
Saya dulunya adalah orang yang tidurnya selalu larut malam di atas jam 12 malam dan bangun kesiangan di atas jam 7 pagi. Namun dua tahun yang lalu saya berketetapan untuk mengubah kebiasaan ini. Saya tidur sekitar jam 9-10 malam dan jam 2-3 pagi saya bangun untuk melakukan meditasi dan saat teduh, kemudian menulis. Sehingga saat ini saya adalah salah satu penulis yang produktif dan buku-buku kami adalah buku best selling.
Gunakan imajinasi
Imajinasi kita tidak dibatasi oleh batasan dunia nyata kita. Imajinasi kita tidak mengenal batas dan apa pun yang ditangkap oleh pikiran kita dan kita yakini, akan dapat mewujud menjadi realitas. Imajinasi kreatif kita membantu kita untuk mengeksplorasi pilihan-pilihan atau opsi yang berbeda dan melihat banyak sekali skenario dan peluang hasilnya. Berikut adalah cara menggunakan imajinasi kita untuk mengembangkan gagasan inovatif.
Bayangkan bagaimana orang lain melakukannya. Pilihlah teladan bagi anda, misalnya anda adalah seorang musisi, maka bayangkan apa yang akan dilakukan oleh John Lennon ketika akan menciptakan lagu masterpiece-nya. Atau bagaimana misalnya seorang CEO sekaliber Jack Welch menyelesaikan masalah yang anda hadapi. Anda bisa mengetahui perilaku dan cara berpikir tokoh-tokoh ini melalui biografi atau buku-buku yang mereka tulis. Salah satu buku yang menarik yang sedang saya baca adalah Lessons from the Top: the 50 most successful business leader, karangan Thomas J. Neff dan James M. Citrin. Buku seperti ini dapat memberi inspirasi dan mengembangkan imajinasi kita, tentang bagaimana para CEO atau pemimpin perusahaan yang terkemukan menangani masalah dan membawa perusahaannya ke tingkat kemajuan yang berarti.
Hal berikutnya yang dapat kita lakukan adalah dengan membayangkan kita berbicara dan memperoleh nasihat dari mereka. Teknik ini menjadi sangat terkenal di tahun 1996, ketika wartawan Bob Woodward melaporkan bahwa Ibu negara Amerika ketika itu, Hillary Clinton memanggil arwah mantan ibu negara Eleanor Roosevelt. Padahal sebenarnya Hillary Clinton sedang mempraktekan teknik imajinasi dengan dipandu oleh akademisi dan penulis buku terkenal Jean Houston di Camp David. Teknik ini sederhana, caranya adalah dengan membayangkan diri kita sedang ”melakukan dialog dan diskusi” secara nyata dengan seseorang yang kita kagumi dan hormati, serta kita mendengarkan nasihat mereka atas setiap persoalan dan masalah yang kita hadapi.
Isilah sumber inspirasi anda
Mengisi sumber inspirasi berarti mengembangkan diri kita untuk lebih waspada, menyeimbangkan kehidupan kita. Karena seperti kata pepatah Zen: ”The bow kept forever taut will break.” Busur panah yang terus menerus ditarik, lama-lama akan patah. Peliharalah keseimbangan antara kerja dan relaks, antara kantor dan keluarga, antara dunia dan akhirat. Banyak sekali mereka yang berhasil dalam bidang kehidupan, menemukan jalan kesuksesan (breakthrough) setelah menarik diri, melakukan kontemplasi dan perenungan.
John Kehoe, penulis buku Mind Power mengatakan bahwa ”when you are idle your conscious mind, your subconscious mind (creative mind) advances full steam ahead.” Jika anda mengosongkan pikiran anda, maka kreativitas anda akan maju ke depan.
Inilah yang menjadi pesan utama kami dalam mengembangkan manajemen diri, yaitu membiasakan diri untuk melakukan relaksasi dan meditasi, sehingga kita dapat mencapai kesadaran yang lebih tinggi dan memasuki alam kreativitas yang membawa kita pada jalan kesuksesan. Bahkan banyak sekali para ahli mind power meramalkan bahwa abad ke-21 akan menjadi abad kebangkitan berpikir (the Renaissance), jika banyak orang mempraktekan kehidupan yang meditatif dan mengembangkan kreativitas melalui pendayagunaan kekuatan bawah sadarnya.
Sumber: Sinar Harapan Online








