
Mau mensupport The Hydrant untuk lebih semangat atau mau memberikan bekal tambahan buat mereka sebelum bertolak ke Festival Pohoda, di Bratislava. Acara ini cocok sekali buat disambangi sambil nyantai. (more…)

Walau tidak terbilang baru, studio seniman Budhiana di Ubung tidak hanya wadah aktifitas berkesenian Made Budhiana saja. Studio itu telah menjadi semacam rumah seni publik yang memiliki fasilitas lengkap indoor maupun outdoor. Di halamannya yang luas selain berserak bebas batu-batu alam dari berbagai tempat juga terdapat panggung kecil dan ruangan semacam tempat artist in residence. (more…)
Filed under: Artis, Event, Musik | Tags: Balawan, Gitaris Bali, Hard Rock Cafe Bali, See You Soon

Penasaran dengan album terbaru Balawan, See You Soon (2009) ? Album ini akan segera di launching di Hard Rock Cafe pada hari Minggu 15 February 2009. Album See You Soon menghadirkan 14 lagu dan Balawan menegaskan lagu-lagunya terbaru lebih match di kuping pemirsa Indonesia serta tanpa efek gitar yang berlebihan. Ke 14 lagu tersebut adalah : (more…)
Filed under: Artis, Film, Musik | Tags: Angels and the Outsiders, Kuat Kita Bersinar, SID, Superman Is Dead
Angels and the Outsiders adalah album Superman Is Dead paling gress yang akan dirilis ke pasaran di seluruh Indonesia pada 16 Februari 2009. Namun demikian konser dan kasak-kusuknya telah beredar di seantero dunia maya mengenai album baru ini. Bahkan belum genap sebulan grup musik Superman Is Dead meliris klip “Kuat Kita Bersinar” dari track pada album “Angels and the Outsiders”.
Shootingnya dilakukan di beberapa tempat di Bali dari Padang Galak Sanur, Balangan hingga ke di ujung Kawasan Jimbaran di Tegal Wangi.
Klip yang dikemas dengan setting “school bus” dengan property bis tua ini menyertakan bintang anak-anak dan personal Superman Is Dead sendiri. Sutradaranya Patrick menggarap clip ini melalui brainstorming bersama personil SID sebelum mengeksekusinya dalam alur cerita dan nuansa lagunya. (more…)
Filed under: Artis, Event, Film | Tags: Ayu Laksmi, Dr. Bulantrisna Djelantik, Film, Garin Nugroho, Ikranagara, Under The Tree
Film Under The Tree yang mengambil seeting Bali serta beberapa pemain utamanya dari Bali akan segera diputar di Bali. Sebelumnya akan diawali dengan special screening untuk undangan pada hari Sabtu 10 Januari 2009 bertempat di Bali Galeria 21 yang diawali dengan resepsi dan ramah tamah bersama produser, director dan beberapa pemain utama Under The Tree. (more…)
Filed under: Artis, Dance Performance, Event, Traditional | Tags: 7 ETERNAL DIAMONDS, A.A. Ayu Bulan Trisna Djelantik, A.A. Ayu Kusuma Arini, I Gusti Ayu Raka Rasmi, Ida Bagus Oka Wirjana, Jero Gadung, Jero Puspawati, Maestro Penari Bali, Ni Ketut Arini, Yayasan Intan Budaya Negeri

Yayasan Intan Budaya Negeri menyelenggarakan acara “7 ETERNAL DIAMONDS”. Sebuah pertunjukan istimewa membuka tahun 2009 dengan Balinese Dance Performance yang khusus menghadirkan 7 Maestro Penari Bali. Acara yang sangat langka, karena sebagian besar penari-penarinya sudah berumur di atas 60 tahun, bahkan di atas 70 tahun! Mereka akan menampilkan keaslian tari Bali yang sudah mereka lakukan sejak tahun 1950-an.
Dance Performance menampilkan penari maestro:
Ida Bagus Oka Wirjana
I Gusti Ayu Raka Rasmi
Jero Puspawati
Jero Gadung
Ni Ketut Arini
A.A. Ayu Bulan Trisna Djelantik
A.A. Ayu Kusuma Arini
Juga sekaligus dapat melihat acara Photography Exhibition dan Painting Exhibition.
“7 ETERNAL DIAMONDS” akan diselenggarakan pada hari Sabtu tgl 3 Januari 2008, mulai pukul 19.00 Wita, bertempat di The Laguna Spa & Resort – Nusa Dua. Untuk pemesanan tiket dan keterangan dapat menghubungi: Doddy Obenk 0361-737355 atau Prita 08156222940
Filed under: Artis, Award, Berita Komunitas, Event, Exhibition, News | Tags: Art Award, Art Exhibitions
Jogja Gallery, Yogyakarta
Pembukaan Rabu, 17 Desember 2008
Pameran berlangsung hingga 11 Januari 2009
Neka Art Museum, Ubud, Bali
Pembukaan Selasa, 23 Desember 2008
Pameran berlangsung hingga 7 Januari 2009
Pemberian anugerah Academic Art Award/AAA menginjak tahun ke-2 dirangkai dengan pameran seni visual ‘Dedication to the Future’ di 2 kota, yakni di Jogja Gallery Yogyakarta dan di Neka Art Museum, Ubud, Bali. Suatu pameran karya-karya seni rupa murni yang terselenggara atas kerjasama Jurusan Seni Murni FSR ISI Yogyakarta dengan Jogja Gallery dalam rangka implementasi program Hibah Kompetisi A-2. (more…)
Filed under: Artis, Berbagi Cerita, Event, Film | Tags: Artis, Event, Film
Foto: Tokyo International Film Festival 2008
Ayu Laksmi mendapat kesempatan emas turut menghadiri Tokyo International Film Festival ke 21 di Tokyo Jepang bersama sutradara Garin Nugroho, aktor Ikranagara dan Nidia Saphira mewakili film Under The Tree yang mengambil cerita dan setting di Bali. Ditemui sesaat sebelum bertolak ke Jepang di Bandara Ngurah Rai 16 Oktober 2008, Ayu merasa mendapat kehormatan turut dalam festival ini.
Festival Film Internasional Tokyo ke 21 berlangsung di Tokyo dari 18-26 Oktober ini memutar Film Under The Tree karya Garin Nugroho sebagai film pertama membuka kompetisi film The Tokyo Sakura Grand Prix dalam festival tersebut. Setelah screening berlangsung panitia mengadakan sesi Tanya jawab dengan sutradara dan para pemain film yang hadir tersebut.
Panitia sendiri menyatakan kesempatan film Garin diputar dan menjadi peserta kompetisi di TIFF adalah sebuah kesempatan langka walau sebelumnya 5 dari 10 filmnya mendapat kesempatan diputar dalam festival ini dan tahun sebelumnya Garin sempat menjadi salah satu juri pada festival tersebut. Panitia melihat film Under The Tree sebagai sebuah film yang menarik sehingga sesi Tanya jawab langsung dengan sutradara dan para pemainnya merupakan sebuah kesempatan yang baik untuk lebih mengenal film dan pembuat serta bintangnya.
Beragam pertanyaan muncul dari audience mulai dari “Apa artinya judul film ini ?” juga seputar penokohan wanita dalam film ini. Namun yang menarik perhatian pemirsa adalah keterangan dari Garin mengenai kejadian lebih dari 80% dialog dalam film Under The Tree ini diimprovisasi pada saat casting. Dalam Tanya jawab itu Ikranagara menambahkan bahwa improvisasi adalah semacam tradisi dalam teater Bali.

Berbicara soal film Under The Tree, pesan intinya lebih banyak mempersoalkan tentang krisis lingkungan. Selain itu juga menyoroti krisis sosial yang kini dirasakan semakin meledak bergejolak di masyarakat. Garin mengaku sangat prihatin melihat semakin melebarnya krisis sosial dan lingkungan di masyarakat. Menurutnya, krisis lingkungan terjadi setelah terlebih dahulu diawali dengan munculnya krisis sosial, yakni ketidakberdayaan masyarakat kebanyakan dalam bidang ekonomi. “Penanggulangan krisis dan kerusakan lingkungan, harus dimulai dari pemecahan masalah sosial,” ujar Garin yang telah membuat 10 film layar lebar ini.
Masalah sosial dan lingkungan menjadi begitu penting untuk disampaikan sebagai pesan dalam film UNDER THE TREE, dan Pulau Dewata adalah setting yang tepat untuk mewakili symbol tersebut. Bukan hanya alamnya, namun juga budaya dan manusianya. Adegan calonarang dan setting lainnya termasuk kiprah Ayu Laksmi dan artis lainnya dalam film ini adalah rangkaian perhitungan seorang Garin untuk membuat filmnya mampu “berkata-kata”. Tony Rayns seorang kritikus film yang memiliki minat terhadap film di Asia menulis buat film ini sebagai “Social realism meets mysticism, topical commentary meets poetry.”
Dalam film ini Ayu Laksmi tidak hanya berperan sebagai aktris, tapi juga berperan sebagai perempuan Bali, sebagai penyanyi sekaligus sebagai pencipta beberapa lagu ilustrasi nyanyian dalam film ini. Pada acara Tokyo International Film Festival Ayu mengenakan busana Indonesia karya dari desainer terkenal Raden Sirait dengan rancangan ‘kebaya for the world’-nya. Kiprahnya dalam dunia seni termasuk seni peran yang dilakoninya dalam Under The Tree adalah dedikasinya bagi Bali. Apa yang telah dilakukan dalam perjalanan seorang Ayu Laksmi, mudah-mudahan dapat memberikan inspirasi bagi insan muda untuk berkiprah dalam dunia kreatif secara serius dan professional.

