
In-Docs dan minikino.org mengundang anda untuk ikut serta:
MINIKINO SHORT FILMS SCREENING & DISCUSSION Juli 2009
Minggu, 19 Juli 2009, 14:00 WITA
Mini Hall Griya Musik Irama Indah
map lokasi: http://iramaindah.com/?page_id=5
Jl. Diponegoro 114
Denpasar – Bali
tel/fax: (0361)226886 / (0361)237567
(more…)
Filed under: Berbagi Cerita, Desain Grafis, Film, Fotografi, News | Tags: Majalah SWA, Seniman Grafis di Jagat Dunia
Tulisan ini memang dimuat di SWA edisi Februari 2009, namun saat ini tulisan ini masih segar, demi menyemangati kita semua akan daya cipta yang mendunia, teman-teman yang telah berkiprah di jagat industri dunia ini seyogianya memberikan hembusan angin perubahan pada kita semua.
SENIMAN MUDA INDONESIA DI JAGAT INDUSTRI DESAIN DUNIA
Oleh : A. Mohammad B.S. & Rias Andriati
Diam-diam, negeri ini memiliki banyak desainer grafis muda yang karyanya dipakai dan diakui dunia. Mereka tak cuma mengandalkan bakat, tapi umumnya juga berpendidikan tinggi dan memulai karier awal di biro-biro desain ternama. (more…)

Minggu, 28 Juni 2009, 15:00 WITA
Mini Hall Griya Musik Irama Indah
Jl. Diponegoro 114
Denpasar – Bali
tel/fax: (0361)226886 / (0361)237567
(more…)
Filed under: Film | Tags: Alliance Française Denpasar, Festival Sinema Perancis 2009, Movie

Festival Sinema Perancis ke-14 diselenggarakan di Bali oleh Yayasan
Lembaga Indonesia Perancis – Alliance Française Denpasar, bekerjasama
dengan Kedutaan Besar Perancis di Jakarta dan Studio 21. Tiket Festival
gratis lagi tahun ini. Festival akan diadakan tanggal 9 dan 10 Mei 2009 di
Galeria 21 di Kuta. (more…)
Filed under: Artis, Film, Musik | Tags: Angels and the Outsiders, Kuat Kita Bersinar, SID, Superman Is Dead
Angels and the Outsiders adalah album Superman Is Dead paling gress yang akan dirilis ke pasaran di seluruh Indonesia pada 16 Februari 2009. Namun demikian konser dan kasak-kusuknya telah beredar di seantero dunia maya mengenai album baru ini. Bahkan belum genap sebulan grup musik Superman Is Dead meliris klip “Kuat Kita Bersinar” dari track pada album “Angels and the Outsiders”.
Shootingnya dilakukan di beberapa tempat di Bali dari Padang Galak Sanur, Balangan hingga ke di ujung Kawasan Jimbaran di Tegal Wangi.
Klip yang dikemas dengan setting “school bus” dengan property bis tua ini menyertakan bintang anak-anak dan personal Superman Is Dead sendiri. Sutradaranya Patrick menggarap clip ini melalui brainstorming bersama personil SID sebelum mengeksekusinya dalam alur cerita dan nuansa lagunya. (more…)
Filed under: Berita Komunitas, Event, Film, Komunitas Kreatif, Musik | Tags: Musikator Music Network, Musikator.com, Musikator.tv

Musikator Music Network kini mengembangkan sayap lebih lebar dengan melakukan terobosan baru di media virtual. Setelah sukses dengan direktori musik (virtual) Indonesia pertama, Musikator.com yang mendapat respons luar biasa kini Musikator.tv siap hadir memperkaya dunia musik tanah air dengan mengkhusus menampilkan video musik Indonesia, dan tentunya video musik band dunia dan video lain yang bernuansa kreatif baik dokumenter, seni dan eks[erimental. (more…)
Filed under: Artis, Event, Film | Tags: Ayu Laksmi, Dr. Bulantrisna Djelantik, Film, Garin Nugroho, Ikranagara, Under The Tree
Film Under The Tree yang mengambil seeting Bali serta beberapa pemain utamanya dari Bali akan segera diputar di Bali. Sebelumnya akan diawali dengan special screening untuk undangan pada hari Sabtu 10 Januari 2009 bertempat di Bali Galeria 21 yang diawali dengan resepsi dan ramah tamah bersama produser, director dan beberapa pemain utama Under The Tree. (more…)
Filed under: Artis, Berbagi Cerita, Event, Film | Tags: Artis, Event, Film
Foto: Tokyo International Film Festival 2008
Ayu Laksmi mendapat kesempatan emas turut menghadiri Tokyo International Film Festival ke 21 di Tokyo Jepang bersama sutradara Garin Nugroho, aktor Ikranagara dan Nidia Saphira mewakili film Under The Tree yang mengambil cerita dan setting di Bali. Ditemui sesaat sebelum bertolak ke Jepang di Bandara Ngurah Rai 16 Oktober 2008, Ayu merasa mendapat kehormatan turut dalam festival ini.
Festival Film Internasional Tokyo ke 21 berlangsung di Tokyo dari 18-26 Oktober ini memutar Film Under The Tree karya Garin Nugroho sebagai film pertama membuka kompetisi film The Tokyo Sakura Grand Prix dalam festival tersebut. Setelah screening berlangsung panitia mengadakan sesi Tanya jawab dengan sutradara dan para pemain film yang hadir tersebut.
Panitia sendiri menyatakan kesempatan film Garin diputar dan menjadi peserta kompetisi di TIFF adalah sebuah kesempatan langka walau sebelumnya 5 dari 10 filmnya mendapat kesempatan diputar dalam festival ini dan tahun sebelumnya Garin sempat menjadi salah satu juri pada festival tersebut. Panitia melihat film Under The Tree sebagai sebuah film yang menarik sehingga sesi Tanya jawab langsung dengan sutradara dan para pemainnya merupakan sebuah kesempatan yang baik untuk lebih mengenal film dan pembuat serta bintangnya.
Beragam pertanyaan muncul dari audience mulai dari “Apa artinya judul film ini ?” juga seputar penokohan wanita dalam film ini. Namun yang menarik perhatian pemirsa adalah keterangan dari Garin mengenai kejadian lebih dari 80% dialog dalam film Under The Tree ini diimprovisasi pada saat casting. Dalam Tanya jawab itu Ikranagara menambahkan bahwa improvisasi adalah semacam tradisi dalam teater Bali.

Berbicara soal film Under The Tree, pesan intinya lebih banyak mempersoalkan tentang krisis lingkungan. Selain itu juga menyoroti krisis sosial yang kini dirasakan semakin meledak bergejolak di masyarakat. Garin mengaku sangat prihatin melihat semakin melebarnya krisis sosial dan lingkungan di masyarakat. Menurutnya, krisis lingkungan terjadi setelah terlebih dahulu diawali dengan munculnya krisis sosial, yakni ketidakberdayaan masyarakat kebanyakan dalam bidang ekonomi. “Penanggulangan krisis dan kerusakan lingkungan, harus dimulai dari pemecahan masalah sosial,” ujar Garin yang telah membuat 10 film layar lebar ini.
Masalah sosial dan lingkungan menjadi begitu penting untuk disampaikan sebagai pesan dalam film UNDER THE TREE, dan Pulau Dewata adalah setting yang tepat untuk mewakili symbol tersebut. Bukan hanya alamnya, namun juga budaya dan manusianya. Adegan calonarang dan setting lainnya termasuk kiprah Ayu Laksmi dan artis lainnya dalam film ini adalah rangkaian perhitungan seorang Garin untuk membuat filmnya mampu “berkata-kata”. Tony Rayns seorang kritikus film yang memiliki minat terhadap film di Asia menulis buat film ini sebagai “Social realism meets mysticism, topical commentary meets poetry.”
Dalam film ini Ayu Laksmi tidak hanya berperan sebagai aktris, tapi juga berperan sebagai perempuan Bali, sebagai penyanyi sekaligus sebagai pencipta beberapa lagu ilustrasi nyanyian dalam film ini. Pada acara Tokyo International Film Festival Ayu mengenakan busana Indonesia karya dari desainer terkenal Raden Sirait dengan rancangan ‘kebaya for the world’-nya. Kiprahnya dalam dunia seni termasuk seni peran yang dilakoninya dalam Under The Tree adalah dedikasinya bagi Bali. Apa yang telah dilakukan dalam perjalanan seorang Ayu Laksmi, mudah-mudahan dapat memberikan inspirasi bagi insan muda untuk berkiprah dalam dunia kreatif secara serius dan professional.


