komunitas kreatif bali


DARI OBRAL #2 “DUHAI INDAHNYA” EVERYBODY HAPPY

IMG_2381

Ternyata bukan hal sederhana macam berjumpa dan mendengar sharing dari tetamu saja yang di dapat dari OBRAL alias Obrolan Rabu Malam ini. Lebih dari itu telah terjadi kontak yang lebih intens antara para hadirin dan tamu OBRAL. Setidaknya hal ini dirasakan dari OBRAL #2 yang menghadirkan Armenia Nercessian de Oliveira, wanita asal Brazil dibalik sukses Novica.com, Bapak Ir. Putu Dana Pariawan Msc yang direktur Politeknik Negeri Bali serta Von Hatch dari Sanggar Mekar Bhuana. Seusai sharing masing-masing tamu itu telah terjadi “deal-deal” yang menarik dengan beberapa peserta OBRAL. (more…)



TENTANG NYEPI
March 25, 2009, 7:56 am
Filed under: Berbagi Cerita, Green Design, Referensi, Sustainable Design, Traditional

silent

Oleh: Cok Sawitri

Tanggal 26 Maret 2008 nanti masyarakat Bali akan merayakan pergantian tahun Icaka, memasuki tahun 1931, berwatak gajah-kumba, jatuh di bulan Kadasa (eka sukla paksa Waisak), yang berakar dari tradisi penobatan Raja Kaniskha I ditahun 78 Masehi,yang digunakan sebagai awal hitungan Icaka; merujuk pula pada era majapahit yang menggunakan icaka sebagai kalendernya dengan penyebutan nama-nama bulan yang berbeda;Kasanga ke Kadasa disebut dengan nama Caitra ke Waisaka. (more…)



CREATIVE CENTER INDONESIA GELAR SEMINAR TREND GLOBAL

seminar-tren-global
Sumber Inspirasi Pengembangan Desain Interior, Fashion, Produk, dan Motif (more…)



DISKUSI ECO CITY BERSAMA ARSITEK WILLIAM S. W. LIM

lim-gallery-evason-hotel
William Lim dan salah satu karyanya Gedung Gallery Evason Hotel. Source: Archnet.org

Popo Danes Architect mengadakan diskusi terbatas mengenai Eco City yang akan dibawakan oleh arsitek yang juga penulis dan dosen William S. W. Lim dari Singapura. William akan mempresentasikan pengantarnya berjudul “Let’s Get Real. Critical Visions and sustainable Eco-urbanism” lalu akan diikuti dengan diskusi dengan peserta. (more…)



SIGHTSEEING BALI; KESEDERHANAAN BAMBU INDAH

bambu-indah-title

Bambu Indah bukan sebuah resor mewah. Namun penataan 4 unit rumah tua Indonesia termasuk salah satunya Rumah adat Minang dibuat dengan setting yang baik dan menyatu dengan alam pesawahan di Banjar Baung, Sayan, Bali. Dengan kesederhanaannya Bambu Indah mampu menghadirkan suasana dan pengalaman menawan. (more…)



BERAWAL DARI BLOG, KOMUNITAS TANGAN DI ATAS MENGINSPIRASI MENJADI ENLIGHTENED MILLIONAIRE
November 2, 2008, 10:23 am
Filed under: Berbagi Cerita, Berita Komunitas, Referensi | Tags: , ,

Tulisan ini diambil dari blog Ayip

Sangat cerdas menggunakan semiotika tangan di atas sebagai perlambang memberi dan diimplementasikan dalam sebuah komunitas yang saling mengasihi sesama anggotanya dengan cara membimbing, memfasilitasi dan membantu untuk sukses dalam pekerjaan dan bisnisnya.

Awal berdirinya Komunitas Tangan Di Atas (TDA) sangat unik namun sederhana, berawal dari sebuah blog yang ditulis oleh salah satu pendiri TDA, yaitu Badroni Yuzirman (http://www.roniyuzirman.blogspot.com/). Isi blog tersebut menurut sebagian orang cenderung memprovokasi pembacanya untuk menjadi pengusaha atau TDA. Kemudian, dari para pembaca blog tersebut tercetus ide untuk membuat pertemuan dalam bentuk talkshow dengan menghadirkan Haji Ali, salah satu tokoh sukses yang sering diceritakan di blog tersebut. Tanggal 12 Januari 2006 adalah tanggal diadakannya talkshow tersebut yang dihadiri oleh sekitar 40 orang bertempat di Restoran Sederhana Rawamangun, Jakarta Timur. (more…)



HERMAWAN TANZIL DAN M. ARIEF BUDIMAN TAMU PADA CASUAL GATHERING ALA ADGI BALI CHAPTER
November 2, 2008, 9:54 am
Filed under: Adgi, Berita Komunitas, Desain Grafis, Diskusi, Referensi | Tags: , , ,

Dalam satu minggu telah dua kali Asosiasi Desainer Grafis Indonesia Bali Chapter atau Adgi Bali Chapter menggelar acara casual gathering yang juga memeberikan pencerahan bagi para desainer grafis Bali yang hadir. Bentuk casual gatheringnya sederhana, mendaulat mereka insan kreatif atau desainer Grafis yang sedang berada di Bali baik untuk urusan bekerja maupun hanya berlibur untuk meluangkan waktunya maximum 3 jam untuk dijamu makan malam sambil berbincang soal karya atau hal lain yang sangat relevan dengan dunia kreatifitas. Pemberitahuan bagi yang mau hadir juga sangat sederhana, cukup sms atau email. Buat makan malamnya masakan khas Bali cukup satu orang membayar Rp 10.000,- Namun harga keakraban, fun dan ilmu yang didapat tentunya begitu besar.


Hermawan Tanzil sharing pengalamannya dengan anggota Adgi Bali Chapter

Casual gathering ini diberi judul “MEBASE GENEP” dan bakal dijadikan acara khas Adgi Bali Chapter, diramalkan programnya akan berlanjut dan seru. Hari Minggu 26 Oktober 2008 tamunya adalah Hermawan Tanzil, salahsatu desainer grafis terkemuka Indonesia yang karya-karyanya masuk di publikasi dan meraih penghargaan (more…)



NASI JINGGO DENGAN BRAND ? WHY NOT!
October 15, 2008, 12:32 pm
Filed under: Kuliner, Referensi | Tags: ,


Bagi masyarakat di Bali dan mahasiswa perantau Nasi Jinggo tak asing lagi nama dan rasanya. Banyak daerah di Indonesia punya nasi semacam ini. Ada sego kucing, nasi pincuk, dan nama-nama lain yang sangat khas. Pada intinya nasi jinggo adalah porsi kecil dari nasi campur dengan isi nasi dan beberapa lauk pauknya berupa mi goreng, daging ayam siwir, sayur urap atau biasa juga serundeng dan tentunya sambal pedas. Variasi dan versinya tergantung tapi yang pasti terbungkus oleh daun pisang.

Tak jelas asal muasal namanya yang unik ini. Ada yang mengatakan karena jualannya hingga tengah malam, pembelinya kerap adalah “jagoan-jagoan” yang identik dengan jango atau koboy. Tapi ada juga yang bilang karena porsi dan harganya yang murah itu. Di Denpasar kita dapat menemukannya di pelosok kota dan jalan-jalan utama. Biasanya muncul menjelang malam bahkan ada yang buka hingga pagi hari. Konsumennya sangat beragam dan sangat familiar bagi mahasiswa yang tengah begadangan mengerjakan tugas atau para pekerja malam hari.

Tapi yang ingin diceriterakan sekarang bukan soal nasi jinggo yang itu. Ini adalah kiat lain mengangkat value nasi jinggo yang dilakukan oleh Warung Warung dengan mengemas nasi jinggo bermerek dengan pilihan lauk pauk. Warung Warung adalah restoran sederhana namun memiliki style yang tasty dan menu yang disediakan adalah masakan Indonesia ala rumahan. Gerainya ada di Mal Bali Galeria dan di Kartika Plaza Tuban.

Warung Warung yang pemilik dan pengelolanya adalah anak anak muda kreatif ini menawarkan Nasi Jinggo bermerek Jeng Gouw dengan 3 pilihan isinya sesuai kesukaan kita. Ada Nasi Bali Ayam, Nasi Dendeng Pedas dan Nasi Udang Gurih. Jika kita punya gathering dan memerlukan 50-an bungkus nasi jinggo maka akan diberikan ketiga menu pilihan tersebut. Bagaimana rasanya ? Tentu saja sangat nikmat dan tak akan cukup melahap hanya satu bungkus. Harganya ? Nah untuk yang ini coba tebak sendiri. Yang jelas pastinya lebih mahal dari yang biasa kita dapatkan di warung pinggir jalan. Namun konsep bermerek alias brandingnya pasti menjamin dan sangat acceptable. Apakah konsep branding nasi jinggo ini akan mengganggu ekonomi rakyat ? Tak perlu gawat gawat. Selain ini soal bagaimana kreatifitas mengemas, pasarnya juga berbeda.

WARUNG WARUNG mal bali galeria telepon 7417169
WARUNG WARUNG jl kartika plaza no 21 telepon 757611



KNOWLEDGE ECONOMY AND CREATIVE INDUSTRY CAMPAIGN IN INDONESIA
October 5, 2008, 5:56 pm
Filed under: Artikel Kreatif, Referensi | Tags:

Oleh: Bayu Adhitya Nugraha

“Ilmu pengetahuan merupakan kunci dalam proses produksi sekaligus menjadi the driving factor of the economic development. Jika pada abad-abad lampau tanah dan pabrik menjadi aset ekonomi paling berharga serta sumber utama kemakmuran dan kesejahteraan, maka sekarang ini ilmu pengetahuanlah yang menjadi aset ekonomi paling utama dan faktor determinan dalam menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan. Ilmu pengetahuan merupakan komponen sangat vital untuk membangun kapasitas dan meningkatkan produktivitas, melampaui kekuatan modal dan tenaga kerja.” -AmichAlhumami, Knowledge-Based Economy, 2006

llmu pengetahuan (knowledge) dalam perekonomian modern memegang peranan yang paling penting. Tentu saja, masyarakat yang berkembang, maju secara peradaban dan memiliki kesejahteraan yang baik adalah masyarakat yang memiliki dasar pengetahuan ekonomi yang baik. Hal ini mutlak diperlukan , khususnya di Indonesia, yang perekonomiannya belum bisa dikatakan maju. Penting bagi kita untuk memberi kemudahan akses belajar, penting bagi kita untuk membuka peluang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk bisa berkembang dan menjadi bagian dari sistem produktif dalam lingkaran aktivitas perekonomian Indonesia dimasa yang akan datang.
Dalam hal ini, pengetahuan akan menjadi komponen terpenting, bahkan mengalahkan kekuatan modal dan tenaga kerja sekalipun.
Dengan pengetahuan yang baik, maka kita akan melihat setiap peluang menjadi sebuah alat ekonomi yang bisa menghasilkan value yang bisa dikonversikan kedalam nilai rupiah (ini bahasa sederhana saya ), tentu saja hal mendasar ini menjadi sangat luar biasa. Hal ini karena disekeliling kita terdapat banyak sekali peluang dan tantangan yang bisa memberikan dan menghasilkan nilai lebih dan menjadi sebuah industry baru, jika dikelola dengan dasar pengelolaan ekonomi yang baik dari mulai proses produksi – inventory, sampai dengan distribusi – memasarkan.

Knowledge Economy sebagai dasar perkembangan Industry Kreatif
Pengetahuan yang baik tentang knowledge based economy akan membuat bangsa ini memiliki human capital yang sangat baik. Kembali, disini manusia menjadi peranan penting kemajuan perekonomian suatu bangsa. Berbicara tentang hal ini, saya merasa memiliki ketertarikan lebih tentang kampanye industry kreatif yang sedang digalakansaat ini. Industri kreatif tentu saja merupakan satu garapan yang memiliki potensi yang sangat besar bagi pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia untuk saat ini dan dimasa yang akan datang.

Industri kreatif, apakah itu ?
Definisi menurut UK Government (Departemen of Culture, Media & Sport) industri kreatif merupakan : “ …those activity which have their origin in individual creativity, skill and talent and which have a potential for wealth and job creation through the generation and exploitation of intellectual property..” disini ditekankan bahwa kreativitas individu, skill, dan talenta mempunyai peranan dan potensi untuk menciptakan modal dan lahan kerja baru yang berguna untuk generasi yang akan datang dan akan menjadi kekayaan intelektual yang bisa dieksploitasi. Kalau dilihat poin penting dari penjelasan ini adalah : Human Capital. Ya, industry kreatif sangat erat kaitannya dengan human capital. Karena segala bentuk aktivitas yang terjadi bertumpu pada proses penciptaan satu “value” baik dalam bentuk product ataupun service/jasa yang bersifat original yang mampu menghasilkan profit, tumbuh menjadi satu industry, menyerap lapangan pekerjaan, hingga akhirnya bisa menghasilkan devisa bagi Negara. Inilah yang menjadi kekuatan utama dari industry kreatif. Dimana manusia menjadi sangat berperan penting dan menjadi modal utama untuk membuat aktivitas ekonomi untuk menghasilkan satu industry baru. Dari proses kreatifitas berpikir, kreatifitas bertindak, dan dilandasi pengetahuan ekonomi yang baik maka akan lahir generasi kreatif yang bisa membuat dan menghasilkan produk/jasa kreatif yang memiliki value atau benefit untuk masyarakat.
Kalau kita cermati, hal terpenting setelah proses terciptanya satu produk/jasa kreatif maka yang diperlukan adalah kemampuan memasarkan yang baik dengan membuat distribution channel yang tepat dan luas. Hal ini tentu saja sangat penting karena akan menjadi percuma jika setelah tercipta satu produk/jasa hasil proses kreatifitas, namun tidak mampu untuk memasarkannya. Jadi, industry kreatif, menurut saya tidak hanya berbicara tentang proses penciptaan produk/jasa kreatif tapi menyeluruh sampai dengan proses pemasaran – selling, advertising, dll yang harus kreatif (creative marketing).
Bahkan dari beberapa hal tsb dapat menjadi industry kreatif baru. contoh nyata adalah dalam bidang advertising dimana disana ada peluang besar untuk menggarap konten desain marketing, visual desain, atau multimedia desain yang membutuhkan proses kreatif yang akan melibatkan satu individu/kelompok kreatif.

Seharusnya dalam keragaman budaya, kekayaan alam, dan kekhasan daerah-daerah di Indonesia, disana terdapat potensi yang sangat besar untuk kemajuan industry kreatif untuk bisa menghasilkan satu pola gerak nyata bagi pertumbuhan perekonomian.
Singkat saya ingin mencontohkan, ada berapa banyak lagu daerah Indonesia saat ini ? tentu saja jawabannya sangat banyak, tiap daerah memiliki banyak sekali lagu daerah…nah, coba sekarang pikirkan bagaimana lagu daerah tersebut dapat menjadi satu industry dalam arti memiliki value added dan mendatangkan peluang bisnis ? caranya gampang, jadikan lagu-lagu daerah tersebut ring tones atau ring back tones HP yang dengan cara itu maka – saya yakin- akan ada banyak masyrakat Indonesia yang bisa menikmati ring tones – ring back tones dari berbagai daerah. Secara market tentu saja akan sangat luas, bisa saja disediakan portal khusus lagu-lagu daerah tersebut dan dikenakan biaya Rp xxxx bagi masyarakat yang tertarik untuk mendownload-nya. Nada dering lagu daerah tidak hanya akan menarik tapi akan menjadikan satu ciri atau kebanggaan seseorang yang berasal dari satu daerah tertentu di Indonesia. Dengan seperti ini maka kekayaan budaya kita akan lestari bahkan menjadi lahan bisnis baru yang menguntungkan.
Dalam bidang pariwisata, setiap daerah di Indonesia memiliki daya tarik wisata yang tinggi, nah..pertanyaannya…bagaimana caranya agar potensi wisata yang ada dapat menjadi roda ekonomi yang bisa mensejahterakan masyrakat sekitar wisata ? tentu saja harus ada aktivitas “value creative creation” agar peluang yang ada mampu menjadi lahan bisnis baru. Misalnya membuat kios T-Shirt dengan gambar unik daerah tsb,membuat kios2 kerajinan-kerajinan daerah, membuat industry makanan daerah, dsb.


Beberapa Mahasiswa yang tergabung dalam Game Developer Sangkuriang, berhasil membuat Games Nusantara sebuah Games bermuatan lokal budaya Indonesia.

Kalau dilihat, ada banyak bidang garapan yang menjadi lahannya industry kreatif misalnya : music, Games, film, performing art, software application, graphic design, games, recording music, etc
Sebagai contoh di kota Bandung, hampir semua bidang garapan itu ada dan tumbuh berkembang. Dari mulai pesatnya kemajuan musisi-musisi di kota Bandung, entah itu dari yang sifatnya indie label maupun yang major, Bandung adalah kota penghasil musisi terbesar, terbanyak dan paling berkualitas di Indonesia. Begitupun bidang-bidang yang lainnya dari mulai graphic desain (merebaknya distro-distro di kota Bandung), rumah music, etc. Dari dalam kampus, di ITB contohnya, ada banyak penghasil software yang bisa diandalkan. Begitupun kampus-kampus lainnya di kota Bandung, denyut nadi industry kreatif di kota ini menjadi satu ciri dan bentuk yang bisa dicontoh oleh daerah lain di Indonesia.
Dengan seperti ini, maka setiap peluang akan menjadi satu lahan usaha baru dan akan menjadi bagian dari roda gerak pertumbuhan perekonomian di Indonesia.


The Changcuters, bukti kota Bandung merupakan gudang musisi kreatif Indonesia


Distro-Distro Kaos/T-Shirt, banyak bermunculan dan berkembang pesat di kota Bandung

Desi Hadiati (Tim Aksara ITB), Juara Imagine Cup 2007, Berhasil menciptakan Software ABC, Software aplikasi untuk membantu mereka yang buta aksara.

Bandung dan Ekosistem Industri Kreatif di Indonesia
Bandung merupakan kota yang paling maju dalam perkembangan industri kreatif di Indonesia, mengapa Bandung bisa menjadi kota yang paling maju dalam hal industri kreatif ? jawabannya adalah karena di Bandung telah tercipta satu lingkungan atau ekosistem yang kondusif dan mendukung untuk perkembangan industri kreatif. Semua daerah di Indonesia bisa menjadikan kota Bandung sebagai role models pengembangan Industri kreatif, dan salah satu cara yang terpenting adalah dengan membuat lingkungan/environment yang kreatif disegala lini dan aspek.

Peran Bahasa Inggris dalam Kampanye Industri Kreatif
Bahasa Inggris memegang peranan penting dalam perkembangan perekonomian, karena dengan kemampuan bahasa yang baik maka proses komunikasi akan berjalan dengan baik. Ada banyak kisah yang mengatakan kalau tenaga kerja Indonesia diluar negeri itu tidak kalah hebat dengan tenaga asing, namun kebanyakan dari kita tidak terlalu dihargai karena kemampuan bahasa inggris-nya yang payah. Sehingga mengalami kesulitan dalam hal komunikasi. Tentu saja dalam kampanye Industri kreatif yang sedang digalakan di Indonesia ini, kemampuan bahasa Inggris dari setiap pelaku yang terlibat dalam bidang apapun akan sangat siginifikan terhadap perkembangan bisnis dan perluasan pasar yang bisa dilakukan. Karena, untuk menjual products/services kreatif yang telah dihasilkan sehingga menjadi products/services yang diakui di dunia internasional itu haruslah memakai bahasa Inggris yang baik. Kemampuan bahasa Inggris akan sangat menentukan dalam hal komunikasi bisnis atau komunikasi pemasaran yang dilakukan.

Industri Kreatif di Indonesia; Hari ini dan Masa yang akan datang
Di Indonesia, kalau dilihat sumbangan sektor-sektor industry kreatif terhadap produk domestik bruto (PDB) belum terlalu signifikan namun memiliki pertumbuhan yang tinggi beberapa tahun belakangan ini, yaitu mencapai 7.28% – lebih cepat dari pertumbuhan ekonomi nasional (sumber dari depdag). Tapi bila dibandingkan dengan negara lain seperti Jepang dan Inggris misalnya kita masih kalah jauh. Padahal, potensi yang dimiliki sangat besar, bahkan bisa dikatakan lebih besar. Oleh sebab itu sokongan semua aspek untuk membuat insdustri kreatif maju tentunya akan menjadi satu arah pasti untuk kemajuan perekonomian Indonesia dimasa yang akan datang. Jika semua lini : pemerintah, organisasi formal (universitas, sekolah, etc), dan komunitas (independent groups) dapat bekerjasama dengan baik dan satu arah untuk membuat satu pola gerak perekonomian berbasis industri kreatif secara bersama-sama. Tentunya kita bisa yakin dan berharap banyak dimasa yang akan datang, industri kreatif akan menjadi salah satu faktor utama kemajuan perekonomian di Indonesia.
Jadi, kalau kita ambil beberapa kesimpulan, hal terpenting untuk mengelola dan mengkampanyekan Industry kreatif sebagai roda pertumbuhan perekonomian di Indonesia adalah :

  1. Edukasi knowledge based economy pada semua lapisan masyarakat Indonesia
  2. Membangun environment atau ekosistem industry kreatif disemua daerah di Indonesia
  3. Fokus pada manusia sebagai human capital dan subjek pembangunan perekonomian
  4. Support total dari pemerintah
  5. Adanya kolaborasi dari institusi pendidikan, komunitas, dan pemerintah dalam upaya membangun industri kreatif.

Bayu Adhitya Nugraha adalah seorang blogger yang saat ini bekerja di ComLabs USDI ITB, sebuah unit penyedia layanan teknologi informasi di Jalan Ganesha Bandung. Sambil sesekali sharing ilmu di Bandung Busines School. Mencintai sastra dan musik. Menyenangi sepakbola, ilmu manajemen, dan teknologi informasi. Kunjungi blognya : http://bayuadhitya.wordpress.com/



BAHAN DISKUSI PADA ACARA “SKENARIO GLOBAL MENJERAT PENGERAJIN KECIL BALI”
September 30, 2008, 10:41 am
Filed under: Diskusi, Referensi | Tags: ,

Terkait posting di blog ini dengan judul HAKI, MELINDUNGI ATAU “MENJAJAH” KITA? September 22, 2008, Kami memperoleh bahan diskusi yang disampaikan pada diskusi “SKENARIO GLOBAL MENJERAT PENGERAJIN KECIL BALI” yang dilaksanakan oleh WALHI Bali dan Yayasan Manikaya Kauci dengan dukungan dari Third World Network (TWN) pada Selasa, 23 September 2008 di Sekretariat Yayasan Manika Kauci. Jl. Noja, Gang 37 No. 16 Denpasar – Bali

Silakan mendownload dua tulisan yang disiapkan oleh Hira Jhamtani berikut ini :

  1. siapa-berhak-atas-proses-sosial
  2. memahami-rejim-hak-kekayaan-intelektual-terkait-perdagangan