Tags

Kegiatan penyelenggaraan Bulan Indonesia Kreatif akan digelar selama Bulan Agustus 2008. Di Jakarta, Bulan Indonesia Kreatif antara lain akan diisi dengan :

Pameran Ekonomi Kreatif: “Indonesia Bisa!”
Berlangsung 7-10 Agustus 2008 di tiga tempat yaitu Senayan City, Alun-Alun Indonesia (Grand Indonesia) dan Mal Kelapa Gading. Pameran ini mengambil tema “Kreativitas Anak Negeri, Kontribusi bagi Peradaban Bangsa”. Pada parneran ini pengunjung akan dapat melihat kemajuan yang telah dicapai anak bangsa di 14 subsektor industri kreatif seperti periklanan, arsitektur, barang seni, kerajinan, desain, fesyen, sinematografi, permainan interaktif, musik, seni pertunjukan dan lain sebagainya.

Pameran ini juga akan menjadi kegiatan pendahuluan bagi pelaku ekonomi kreatif sebelum berpartisipasi pada pameran dagang Trade Expo Indonesia (TEI) 2008 pada bulan Oktober mendatang. Suatu zona khusus untuk industri kreatif disediakan pada TEI 2008 yaitu Zona Ekonomi Kreatif kurang lebih seluas 3000 m2.

Di tempat yang sama akan diselenggarakan pula beberapa workshop, talkshow maupun presentasi di bidang kreatif seperti: workshop seni grafis, workshop grafis batik (gratik), workshop majalah dinding (Mading), workshop desain, workshop kamera lubang jarum, talkshow ekonomi kreatif dan beberapa presentasi maupun demo dari beberapa peserta pameran. Juga akan digelar pertunjukan musik, di antaranya: musik tradisional Helar, musik Daur Ulang, musik Indie, kelompok biola Suropati, violis cilik Clarissa, D’ Masiv, penampilan musik akustik Baim clan Balawan serta pemutaran film Indie.

Peluncuran Film Animasi untuk Anak-anak Indonesia.
Usaha ini dilakukan untuk mendorong perusahaan animasi lokal membuat program animasi lokal setelah selama ini lebih banyak membuat film animasi untuk keperluan ekspor.

Pameran Pangan Nusa 2008
Diselenggarakan di Balai Kartini, Jakarta pada 7-10 Agustus 2008. Parneran Pangan Nusa 2008 yang mengambil tema “Keragaman Pangan Nusantara, Sumber Inovasi Baru” akan menampilkan berbagai usaha diversifikasi bahan pangan yang bersumber dari keragaman hayati dari belahan daerah di nusantara. Selain diisi dengan Pameran Produk-produk Pangan UKM Nusantara, rangkaian kegiatan pendukung Pameran Pangan Nusa 2008 meliputi:

  • Lomba Masak Tradisional Khas Daerah yang diikuti oleh 30 provinsi, dimana Tim Juri Lomba Masak ini terdiri dari para pakar dan profesional kuliner seperti William Wongso dan Bondan Winarno.
  • Seminar Pangan Nusa, mengambil tema utama “Diversifikasi Produk Pangan yang Mendukung Kemandirian Pangan Nusa”. Sebagai pembicara adalah para pakar, akademisi, clan pelaku UKM sukses serta instansi pemerintah terkait di bidang Pangan dan Kuliner.
  • Lomba Kuliner antar hotel dan restoran yang akan diikuti oleh 20 chef profesional dari hotel clan restoran se-Jabotabek dengan menyajikan makanan tradisional daerah yang dikemas secara modern.
  • UKM Award, yang rencananya akan diikuti oleh UKM produk pangan baik yang dikemas maupun siap saji dari beberapa daerah.

Festival Kuliner Indonesia 2008
Pada 7-10 Agustus 2008, akan diselenggarakan di 19 hotel Adapun Festival ini bertujuan untuk menyajikan masakan khas daerah dari Sabang Merauke dengan menu terbaik secara bergantian di restoran atau kafe utama mengangkat tema “Kuliner Nusantara Dicintai Pasar Lokal Diminati Pasar Global”. hotel yang akan ikut serta dalam Festival Kuliner antara lain: Hotel Sahid Jakarta; Sahid Nikko; Mangga Festival Lippo Cikarang; Sultan; Santika; Bumi Karsa; Le Grandeur; Four Seasons; Red Top; Gran Melia; Borobudur; Sari Pan Pacific; Mulia Senayan; Golden Boutique, Ibis Dua, Atlet Century, J.W.Marriot, Ambhara serta Hotel Classic.

Festival Mode Indonesia-Jakarta Fashion Week 2008
yang berlangsung 20-23 Agustus 2008. Acara yang di gagas oleh Femina Group ini akan mengambil tempat di Pacific Place SCBD dengan berbagai kegiatan terkait dengan dunia mode seperti fashion show, pameran clan sebagainya.

Launching Cita Tenun Indonesia
oleh Komunitas Cita Tenun Indonesia. Kegiatan yang diluncurkan pada tanggal 28-29 Agustus 2008 di Ritz Carlton, Pacific Place, ini akan berlangsung selama satu tahun penuh di mana akan dilakukan beberapa aktivitas yang terkait dengan pelestarian clan pembinaan terhadap tenun-tenun khas Indonesia di berbagai daerah sebagai aset nasional.

Selain di Jakarta, Departemen Perdagangan bekerjasama dengan beberapa pihak menyelenggarakan kegiatan yang terkait dengan ekonomi kreatif baik di daerah lainnya untuk mendukung Bulan Indonesia Kreatif 2008 seperti kegiatan:

  1. Di Yogyakarta berupa Festival Iklan Pinastikha (SHK Kedaulatan Rakyat dan PPPI Yogyakarat)akan menyelenggarakan festival di bidang periklanan pada 31 Juli – 2 Agustus 2008.
  2. Di Surabaya berupa Indonesian young Designers akan menyelenggarakan Indonesian Young Designers`Week pada 4-10 Agustus 2008. Festival yang menampilkan muda berbakat tingkat nasional dalam bidang aksesoris, fesyen, furnitur, grafis, rumah dan interior ini diselenggarakan untuk yang kedua kalinya. berupa penyelenggaraan
  3. Sedangkan di Bali digelar Bali Fashion Week 08 pada 24-28 Agustus 2008.
  4. Di Bandung, Bandung Creative Community akan menyelenggarakan Helar Festival yang terdiri dari 31 kegiatan kreatif sepanjang Agustus 2008.

Agenda kegiatan kreatif yang begitu padat ini tidak lain untuk menunjukkan geliat industri kreatif Indonesia yang tengah menggalakan kampanye ekonomi kreatif untuk menjadi penggerak ekonomi Indonesia di masa yang akan datang.

Komunitas kreatif Bali mengikuti Pameran Ekonomi Kreatif: “Indonesia Bisa! Di Jakarta dengan menampilkan beberapa kreatifitas dari Bali yang diwakili oleh Jaringan Ekowisata Desa, Bale Legend Architect, Matamera Communications dan Putu Edi Semara Architect. Selain itu Buku “I See Indonesia” karya Ayip menjadi topik talkshow yang dibuat oleh Museum Desain Grafis Indonesia yang memilih topik Desain Grafis dan semangat kebangsaan.

Selain itu Komunitas Kreatif Bali juga mengikuti acara Indonesian Young Designers Week di Surabaya berupa pameran dan penjualan produk kreatif. Aktifitas-aktifitas ini memang secara pro aktif diikuti untuk mempromosikan industri kreatif Bali dan membangun jaringan yang diperlukan dalam membangun industri kreatif yang memiliki nilai bisnis.