Tags

Oktober 2008 dalam sebulan penuh akan berisi acara-acara kreatif di bidang olahraga, seni, budaya, dan perayaan komunitas dengan beragam kreatifitas. Suatu hal yang menggembirakan karena masing-masing acara ini memiliki kekhasan masing masing dan audience serta skala yang berbeda. Sebagian acara merupakan kalender tahunan dan sebagian lagi merupakan acara yang baru pertamakali diadakan. Acara-acara tersebut adalah :

UBUD WRITERS & READERS FESTIVAL
Ubud Writers and Readers Festival 2008 adalah ajang pertemuan penulis dan dunia sastra Internasional. Pada tahun 2008 ini Ubud Writers & Readers Festival akan diselenggarakan pada 14-19 oktober 2008. Tema yang di angkat tahun ini adalah Tri Hita Karana, konsep umat Hindu Bali yang menggambarkan hubungan yang harmonis antara Tuhan, Manusia dan Alam.
Nara sumber yang merupakan author internasional yang di undang termasuk Vikram Seth dari India, Novelis dari Amerika John Berendt, penulis Inggris dengan peraih penghargaan Caryl Phillips, Alberto Ruy-Sanchez dari Meksiko, Alexis Wright dari Australia dan Helen Garner.

Ubud Writers & Readers Festival disebut sebagai ‘One of the top six literary Festivals in the world’ oleh majalah Harper’s Bazaar, Inggris. Tentunya hal ini patut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi untuk membuatnya lebih baik lagi. Untuk agenda acara selengkapnya silakan menghubungi

Ubud Writers & Readers Festival 2008
Panitia Penyelenggara: Saraswati Foundation
PO Box 181, Ubud, Bali 80571 ph: (0361) 780.8932 /fax: (0361) 977.684
info@ubudwritersfestival.com, www.ubudwritersfestival.com

BALI TAKSU INTERNATIONAL FILM FESTIVAL
YAYASAN BALI TAKSU tahun ini kembali menggelar festival film internasional yang ke dua dengan judul Balinale International Film Festival. Acara ini akan mendorong Balia menjadi pusat perfilman Asia, demikian keinginan Christine Hakim, Sarita Newson, dan Deborah Gabinetti, dari Yayasan Bali Taksu mengenai rencana pelaksanaan festival film internasional Bali Taksu, yang akan digelar pada 21-31 Oktober di Bali.
Sebanyak 50 film akan diputar dalam festival ini. Beberapa waktu lalu sebagai acara fundraising telah dibuat beberapa acara termasuk screening film Charlie Chaplin ketika mengunjungi Bali pada tahun 1930-an. Festival ini kepesertaannya terbuka bagi film maker di seluruh dunia baik film komersil, feature maupun dokumenter. Leonardo DiCaprio mengirimkan filmnya berjudul 11 Hours untuk diputar di acara ini. Untuk keterangan mengenai festival ini dan agenda lengkap Festival dapat menghubungi :
BALINALE International Film Festival
Bali Taksu Indonesia Foundation
Jalan Merta Sari 10-B | Sanur 80228 Bali | INDONESIA
T: + 62 (0) 361 270 908  F: + 62 (0) 361 286 425  M: + 62 (0) 81 835 5544
info@balinale.comwww.balinale.com

1st ASIAN BEACH GAMES
Asian Beach Games 2008 ini adalah ajang multi-olahraga tingkat Asia ke-2 yang diselenggarakan Indonesia setelah Asian Games 1962. Walaupun begitu, terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah awalnya tidak diajukan oleh Indonesia sendiri, maka ABG I ini adalah suatu kehormatan tersendiri bagi Indonesia, khususnya Bali menjadi tuan rumah perhelatan olah raga pantai se-Asia yang pertama dengan 45 negara sebagai peserta. Asian Beach Games akan diselenggarakan pada tanggal 18-26 Oktober di beberapa tempat di Bali mulai dari Nusa Dua, Kuta, Sanur dan Denpasar. Asian Beach Games akan diikuti sekitar 3.000 atlet yang memperebutkan medali dari berbagai cabang olahraga pantai seperti Balap perahu naga (dragon boat), Binaraga, Bola tangan pantai, Bola voli pantai, Gulat pantai, Kabbadi pantai, Layar, Olahraga jet-ski, Paragliding, Pencak silat pantai, Renang maraton, Selancar, Selancar angin, Sepak bola pantai, Sepak takraw pantai, Trilomba dan Woodball. Untuk agenda lengkap acara Asian Beach games dapat menghubungi :
Bali Asian Beach Games Organizing Committee
SECTOR at Bali Beach Golf Course
Jl. Hang Tuah No. 58, Sanur . Bali 80227
Telp. +62 – 361 – 283 011
Fax. +62 – 361 – 283 011
Email: info@babgoc2008.org
www.bali2008.org

6th KUTA KARNIVAL
Kuta Karnival ke-6 yang dijadwalkan digelar 18-26 Oktober 2008 di kawasan Pantai Kuta, Bali, akan mengangkat tema lingkungan sebagai salah satu upaya mengendalikan pemanasan global. Kuta Karnival 2008 ini akan  dimeriahkan sekitar 20-an kegiatan di antaranya festival makanan, layang-layang, musik, kompetisi surfing, bartender, dan karnival. Karnival, menurutnya, akan diawali dengan pawai perdamaian (padle for peace) dengan peserta sekitar 4.000 orang. Untuk festival makanan misalnya, dipastikan akan mampu menyedot sedikitnya 7.000-8.000 pengunjung karena keragaman makanan yang disajikan dengan harga terjangkau.

Kuta Karnival merupakan salah satu dari 100 event nasional yang masuk agenda Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yang digelar di seluruh Indonesia dalam rangka 100 tahun Kebangkitan Nasional Indonesia pada tahun 2008 ini. Untuk agenda selengkapnya dapat menghubungi : Graha Wicaksana 0815575222.

NUSA DUA FIESTA
Festival Nusa Dua yang kini namanya menjadi Nusa Dua Fiesta kembali digelar tahun ini. Berbagai kegiatan mulai atraksi seni budaya, musik, olahraga, permainan sampai pameran akan dilangsungkan pada 10-14 Oktober 2008 mendatang di Peninsula Nusa Dua, Bali. Penyelenggara acara ini PT Bali Tourism Development Corporation (BTDC) menyampaikan informasi peserta pameran dalam Nusa Dua Fiesta mencapai 17 provinsi, 29 kabupaten, 5 BUMN, 16 hotel, 3 departemen, serta satu dari swasta.

Tema yang diusung kegiatan ini adalah Green Tourism yang sekaligus menunjukkan bahwa BTDC adalah kawasan pertama yang memeroleh sertifikasi Green Globe. Selain itu juga masih terkait dengan tema pertemuan besar UNFCCC Desember tahun lalu.

Untuk keterangan dan agenda acara Nusa Dua Fiesta dapat menghubungi :
Bali Tourism Development Center
Po. Box 3 Nusa Dua 80363 Bali Indonesia
Email: ince_btdc@indosat.net.id
Tel: +62-361-771010, Fax: +62-361-771014

Sementara acara lainnya yang juga akan menyemarakan bulan Oktober adalah :

GEMA PERDAMAIAN

Sabtu, 20 September 2008 | 20:22 WIB. DENPASAR, SABTU–Sedikitnya 10 ribu obor dan lilin perdamaian akan dinyalakan dan diusung mengelilingi monumen perjuangan rakyat Bajra Sandhi, di Lapangan Puputan Renon, Denpasar.

Pengusungan obor dan lilin menyala disertai bendatang kain putih menyerukan perdamaian untuk dunia itu, akan dilakukan 12 Oktober mendatang berkenaan dengan enam tahun tragedi ledakan bom di Kuta, 12 Oktober 2002, kata Sudiarta Indrajaya, ketua panitia kegiatan bertajuk Gema Perdamaian, di Denpasar, Sabtu.

Ia mengungkapkan, pengusungan obor yang juga disertai kumandang doa sesuai kepercayaan dan agama mereka masing-masing itu, akan dilakukan sedikitnya oleh 10.000 umat lintas agama dan etnis yang datang dari berbagai daerah, bahkan sejumlah negara lain.

Demikian juga dengan turis asing yang sedang berada di Bali, akan diminta untuk ikut terlibat dalam kegiatan Gema Perdamaian dua enam tahun meletusnya bom Bali 2002.

Saat kegiatan mengelilingi monumen sebanyak tiga kali itu dilakukan, di kawasan tempat kegiatan akan juga ditayangkan pesan-pesan perdamaian dari sejumlah tokoh di dunia, ucapnya.

Selain itu, dalam semarak nyala lilin dan gema doa itu juga akan diseligi dengan serangkaian seni tari dan tebabuhan musik tradisional Bali, bahkan penampilan khusus seni rudat dari kelompok seniman muslim Pulau Dewata.

Sudiarta menyebutkan, kegiatan yang diprakarsai sejumlah kalangan atau organisasi yang bergerak di bidang kepariwisataan tersebut, sesungguhnya tidak dimaksudkan untuk mengenang atau mengingat-ingat tragedi yang sempat merenggut ratusan korban tewas dan luka-luka itu.

Kegiatan yang mengambil momentum ledakan bom tersebut, dimaksudkan untuk lebih menjalin kebersamaan antarberbagai etnis dan agama yang ada di dunia, guna terciptanya perdamaian yang abadi, ucapnya.

Penyelenggaraan Gema Perdamaian kali ini merupakan yang keenam kalinya digelar di tempat yang sama, namun dengan materi penyajian yang sedikit berbeda.(ANT) Sumber : www.kompas.com

Rangkaian acara ini boleh jadi indikasi yang semakin baik bagi bisnis pariwisata dan komponen penunjang lainnya dengan prediksi dampak ekonominya bagi Bali. Namun telah siapkah Bali dengan infrastruktur penunjangnya? Termasuk pelayanan yang memuaskan bagi siapa saja yang datang ke Bali?

Dari asosiasi hotel BHA (Bali Hotel Association) tersiar kabar bahwa mulai akhir September hingga akhir Oktober tingkat hunian hotel mencapai rata-rata yang menggembirakan mendekati 100%. Yang bakal kewalahan adalah penerbangan dan layanan airport Ngurah Rai, transportasi local, dan lalu lintas terutama di daerah Kuta. Akankah kesibukan acara semacam ini menjadi bahan studi bagi pemangku kepentingan untuk mengevaluasi, berbenah dan memperbaiki kekurangan-kekurangannya ?