Tags

, ,


Yuri Mahatma, seorang gitaris dari Bali baru saja mengakhiri hampir satu bulan lawatan musikalnya di beberapa kota di Jerman. Keberangkatannya ini merupakan sebuah project atas kerjasama dengan seorang produser musik Jazz di Jerman.

Yuri yang juga penggagas “Jazz Klinik” bagi anak muda di Bali dan pengajar di Farabi Music School Denpasar ini menyatakan kekaguman pendidikan musik bagi anak-anak dan remaja di Jerman. Ketika dia melihat sebuah big band yang para pemainnya adalah anak-anak setingkat SD hingga SMA yang bermain begitu baiknya. Disadarinya walau ada factor budaya namun disiplin sangat memegang peranan penting dalam pendidikan musik mereka ini. Mimpinya di Bali dapat memiliki sebuah big band dari talenta-talenta muda yang dapat diproyeksikan untuk waktu yang panjang. Yuri menyatakan keyakinannya jika para musisi bersatu bersama orang tua dan lembaga pendidikan musik pasti dapat terwujud.

Selama lawatannya Yuri berkesempatan bermain bersama musisi-musisi jazz kawakan di Jerman dalam show maupun jam session. Di Jerman, Yuri juga tentu saja berjumpa dan tampil bermusik di depan publik dengan Dian Pratiwi, seorang vokalis Indonesia yang tak lain adalah kakaknya sendiri yang menetap di Jerman.

Beberapa agenda yang menjadi aktifitas di Jerman adalah:

  1. 5 September di Hamm. Tampil bersama: Ralf Lohmann (Bass), Niklas Walter (Drums), Dian Pratiwi (vocal)
  2. 7 September siang di Woodhouse Jazz Band, Bergheim. Tampil bersama : Rolf Drese (Drums), Andeas Scheel (Bass), Gregory Gaynair (Replacer on Piano), Horst Jansen (Trombone), Hinderik Leeuwe (Trumpet) dan Waldemar Kowalski (Saxophones, clarinet)
  3. 7 September malam di Arlen. Dalam acara Uwe plath “Bali Jazz”. Tampil bersama : Uwe Plath (Sax), Roland Höppner (Drums), dan Ralf Lohmann (Bass)
  4. 8 September di Domicil. Tampil bersama : Jan Roth (Drums), Eichhorn (Bass), Uwe Plath (Sax) dan Dian Pratiwi (vocal)
  5. 9 September di Domicil : Jam Session
  6. 13 September di Landau in der Pfalz : Private Party at Gerald Perry Resident, played with  Bill Langston (vocal)
  7. 18 September tampil di Hansa Theater bersama : Benny Mokross (Drums), Sebastian Kruse (Bass)

Selebihnya dari itu waktunya diisi dengan diskusi dan latihan bersama musisi disana dalam suasana yang casual. Bagi Yuri memang tripnya ke Jerman ini bukan sekedar jalan jalan namun sebuah pengalaman berharga dapat bertukar pengalaman dan keahlian dengan para musisi disana.

Semoga pengalamannya ini dapat dibagi kepada komunitas musik dan jazz di Bali sebagai informasi juga referensi.

BIOGRAFI YURI
Yuri lahir di Jakarta dan menetap di Bali semenjak tahun 1980 hingga saat ini. Talenta musikalnya didapat dari eksistensi kakaknya, Dian Pratiwi yang semenjak lama menjadi vokalis professional. Yuri belajar gitar semenjak usia 12 tahun dan semenjak selesai SMA memiliki inisiatif belajar gitar secara private dengan beberapa gitaris salah satunya Martijn Van Iterson di Leiden,Holland (saat ini Martijn mengajar di Antwerp Conservatory, Belgia).

Karir profesionalnya di dunia musik dimulai tahun 1994 dengan membentuk State of Mind Band lalu setelah itu dengan beberapa musisi di Bali membentuk Kayane Band, dan berkolaborasi bersama Planet Bambu membentuk Duotones. Yuri juga membina persahabatan dengan musisi jazz di Jepang sehingga berkesempatan tampil di Tokyo dan Yokohama, Japan.

DISKOGRAFI

  1. Album pertama Yuri adalah If I Were A Magician (2005). Solo Album dengan musisi pendukung Joe Rosenberg, Steve Bolton, Agung Prasetyo, Bogie Prasetyo and Eko Sumarsono.
  2. Yuri menjadi musisi pendukung pada album Asian Campur Volume II (2004) dan Asian Campur Volume I (2003) Karya YAA (Yokohama association of artists) pimpinan Yuko Shirota
  3. Serta album kolaborasi Duotones (2002) Kayane bersama Planet Bamboo.

Informasi mengenai Yuri dapat diperoleh di www.mahatmajazz.com