Tags

, ,

Tintin Wulia, seorang artis film pendek dari Bali turut dalam pertunjukan seni Theatre dan Multimedia Performance di PRESTON MARKETS berjudul The Strand yang merupakan koaborasi director Brian Cohen, Daniel Wolfson dan Scott McAteer selaku penulis, Emanuela Savini, Tara Prowse & Stuart Lidell sebagai produser dan Tintin sendiri selaku Editor/Digital Media Exhibition. Pertunjukan ini akan diadakan di Preston Markets. Melbourne, Australia pada 19-29 November 2008

Proyek seni The Strand yang disebut a site-specific Theatre & Multimedia Performance ini adalah proyek MARKET VALUE yang merupakan proyek seni multi talenta dan profesi yang bekerjasama dengan berbagai pihak baik pedagang, pengurus pasar, dan komunitas anak muda sekitar untuk menggaris bawahi hubungan komunitas yang unik pada suasana khusus sebuah pasar yang merupakan pusat aktifitas ekonomi. Hasil dari aktifitas proyek ini diharapkan akan lebih mendorong pasar meningkatkan perannya bagi masyarakat Darebin dan sekitarnya. Cuplikan film pendeknya dapat dilihat di http://vimeo.com/2076983

The Strand bukan kali pertama Tintin turut dalam proyek kolaborasi, beberapa kolaborasi lainnya adalah “My 24 Hours” dan “The Adventures of Flo and Kat”. Tahun 2006 Tintin merilis “How the World Begansebagai video pembuka pada “Diaspora” production dengan Theatreworks Singapore.

Karya-karyanya sendiri antara lain “Violence Against Fruits”, “Are You Close Enough”, “Everything’s OK” projection, “Slambangricketychuck”, “Ketok” (mendapat award Best Film (SET Award), dan Best Technical Achievement (Kuldesak Award), Dinominasikan mendapat Silver Screen Awards pada Asian Digital Shorts, 16th Singapore International Film Festival, Singapore.
Dan 1st Special Mention untuk NoBudget Competition, di 19th Hamburg International Short Film Festival, Hamburg, Germany) dan banyak lagi karya lainnya.

Tintin Wulia adalah seorang arsitek yang minatnya kepada film pendek sangat mendalam. Film-film karyannya penuh dengan pergulatan kreatif dan eksplorasinya terhadap symbol symbol menjadikan filmnya sangat kontemplatif. Kesungguhan dan kecintaan pada dunia film membawanya ke pelosok dunia, selain membuat proyek seni dan film juga Karya-karyanya diputar dan dikoleksi pada International Film Festival Rotterdam, New York Underground Film Festival, Pusan International Film Festival, Australia’s SBS Eatcarpet, Istanbul Biennial, Yokohama Triennial, Eindhoven’s Van Abbemuseum, Berlin’s Haus der Kulturen der Welt, Spain’s Museo de Arte Contemporáneo de Castilla y León, and London’s Institute of Contemporary Arts serta banyak lagi festival dalam dan luar negeri.

Saat ini Tintin tengah menyelsaikan postgraduate research di Fine Art at RMIT University, Melbourne-Australia. Untuk mengenalnya lebih jauh dapat singgah di http://tintinwulia.com