Tags

, ,

Jumat, 14 November 2008

Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan Indonesia sedang mengembangkan ekonomi kreatifnya sebagai sektor yang mempunyai potensi untuk meningkatkan pendapatan negara.

Ia berkata Indonesia memiliki potensi yang besar dan keunggulan pada sektor dan perluasannya dan menghimbau agar meningkatkan perdagangan dengan negara-negara asing.

Hingga Agustus, ia berkata, Indonesia telah memiliki suatu surplus perdagangan sebagai barang ekspor total nya adalah US$95 milyar ( RM332.5 milyar) terhadap import dari US$89.8 milyar ( RM312.2 milyar).

“Di beberapa tahun terakhir telah ada pertumbuhan yang berarti tetapi saya percaya kita dapat meningkatkan itu seperti ada area potensial yang kita belum selidiki,” Susilo berkata ketika memimpin Trade Expo Indonesia 2008 hari ini.

Untuk itu, ia berkata, sinergi antar provinsi dan pusat perlu untuk dibuat lebih baik dalam perhatian yang penting tentang promosi luar negeri sedemikian sehingga barang ekspor dari ekonomi yang kreatif dapat ditingkatkan dan secara langsung mendorong kearah lebih banyak pekerjaan.

Susilo ingin ekonomi yang kreatif menjadi pilar dari ekonomi bangsa dari 230 juta orang-orang yang dikenal sebagai orang-orang yang kaya kultur dan trampil dalam berbagai seni.

Ia berkata posisi dari ekonomi yang kreatif berada di suatu pijakan yang baik dan suatu cetak biru telah pula disiapkan.

Menteri Perdagangan Indonesia, Marie Elka Pangestu, mengatakan saat ini negara telah memproduksi banyak produk kreatif di animasi dan disain seperti halnya suatu kekuatan pekerjaan yang dapat bersaing di pasar global.

“Metoda promosi meliputi pameran seperti ini sejak 2005 di samping mengatur misi perdagangan kepada berbagai negara-negara dan misi mengundang yang asing di sini,” dia berkata.

Di antara bidang di sektor kreatif ekonomi yang Indonesia ingin promosikan adalah di film, musik, iklan, arsitektur, produk kerajinan tangan dan seni, tingkatan menunjukkan produk dan produksi sebagai hasil riset dan pengembangan.

Pameran tahun ini hingga 25 Oct dengan 850 perusahaan mengambil bagian dari beberapa sektor.

Juga mengambil bagian adalah koperasi, perusahaan milik pemerintah dan 12 dari 33 pemerintah provinsi.

— BERNAMA
Source: ADOI MAGAZINE