Tags

, , ,

Sabtu, 13 Desember 2008 | 19:57 WIB
JAKARTA, SABTU – Industri kreatif kini banyak menjadi pilihan kalangan muda mengembangkan karier sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan. Sisi inilah yang tersirat dalam diskusi terkait Dji Sam Soe Award 2008-2009 pada Jumat lalu. “Industri kreatif memang sekarang banyak peminatnya,” kata Project Manager Swisscontact Ade Suwargo Mulyo, salah satu pembicara dalam diskusi tersebut.

Menurut buku Studi Industri Kreatif Indonesia 2007, sebanyak 6,3 persen produk domestik bruto (GDP) disumbang oleh industri ini. Malahan, ada prediksi kalau lima tahun ke depan, industri kreatif menyumbang sepuluh persen dari GDP.

Sekarang, ada 14 bidang unggulan industri kreatif di Indonesia yakni arsitektur; barang seni; kerajinan; desain; mode; permainan interaktif; musik; seni pertunjukan; penerbitan dan percetakan; layanan komputer dan peranti lunak; radio dan televisi; riset dan pengembangan; serta film, video, dan fotografi.

Oleh karena itu, pada diskusi yang juga melibatkan pengusaha muda Sandiaga Uno ini, tersirat adanya kesempatan yang tersedia bagi industri kreatif untuk ikut ambil bagian dalam ajang lomba tersebut. Hingga kali ini, penghargaan tersebut sudah memasuki penyelenggaraan keempat.

Menurut catatan penyelenggara, lomba kali ini menempatkan kriteria wirausaha muda mendampingi kriteria sebelumnya yakni wirausaha usaha kecil dan menengah (UKM). Kriteria teranyar ini menetapkan syarat peserta berusia 25-35 tahun. Lalu, pelaku wirausaha memiliki omset antara Rp500 juta hingga Rp10 miliar per tahun. Usaha yang dilakukan sudah berjalan minimal tiga tahun dan memiliki karyawan minimal lima orang adalah dua syarat selanjutnya. Sementara, lomba dimulai sejak Desember 2008 hingga April tahun depan.

Source: Kompas