bedoworkshop

BEDO (Bali Export Development Organisation), salah satu pendukung Bali Creative Community, mengadakan Pelatihan Pengembangan Usaha Kecil bagi Penyandang Cacat se Jawa Bali di Hotel Puri Dalam tanggal 4-6 Desember yang lalu. Workshop ini bekerja sama dengan VSO (Volunteer Service Overseas), sebuah LSM dari Inggris.

Pelatihan ini bermaksud memberi pengetahuan bagi penyandang cacat agar bisa mandiri dan membuat Usaha kecil dengan cara yang benar. Pelatihan dibimbing oleh beberapa anggota BEDO yang professional di bidangnya.

Di hari pertama, Jeff Kristianto dari Asia Line berbagi mengenai cara membuat Usaha kecil ,menyiapkan rencana Usaha dan tips sukses membuka usaha. Yongki Pranoto, praktisi Bank dari BCA membicarakan masalah kredit, dan cara yang bijak memilih kredit yang tepat. Di hari kedua, Jeff Kristianto kembali berbicara tentang Bagaimana Mendesain yang baik, bagaimana memberi nilai tambah pada produk dan bagaiman menjual nilai tambah itu. Kemudian Mark Donovan dari PT Wooden Ship , seorang warga Negara Amerika yang berbisnis garment di Bali, berbagi mengenai Quality Control, bagaimana menekan biaya dengan kontrol kualitas yang baik. Dilanjutkan I Nyoman Jendra dari Serene Bali mengenai cara yang tepat menentukan harga jual. Disini Jendra mengajarkan untuk mengenal target pasar dan kompetisi agar bisa menentukan harga yang pas bagi produk yang dibuat penyandang cacat. I Nyoman Gunawan dari PT Billabong Indonesia menyampaikan tentang membuat laporan keuangan sederhana. Gunawan yang merupakan Finance Consultant Billabong, menekankan pentingnya memisahkan biaya  pengeluaran rumah tangga dan pengeluaran bisnis. Workshop hari kedua diakhiri dengan menarik ole Ibu Yoke Dharmawan dari  DNA Public Relation Consultant. Materi Bu yoke yang segar dan menarik memjelaskan dengan sedehana cara mem-PR- kan yayasan penyandang cacat dan memberi trik khusus agar bisa mendapat promosi gratis dari Media. Sangat menarik.

bedoworkshop1 bedoworkshop2

Di hari ke-tiga, setiap yayasan penyandang cacat diminta untuk membuat bisnis plan secara lengkap, dan mempresentasikan di depan 3 panel juri. Penjurian dan penilain dibuat seperi Indonesian Idol, sehingga ringan dan menarik. Di akhir acara, hampir semua peserta menyatakan puas dengan acara ini dan banyak mendapat pelajaran baru. Adapun peserta yang hadir adalah dari Yayasan Bisu Tuli Kubca Samakta – Bandung, Yayasan Cacat Fisik dari Ciqal – Solo, Interaksi –Yogja, Senang Hati – Bali, dan Yakkum – Bali,

Semangat Berbagi yang menjadi semboyan BEDO (together we can make a difference) kini benar benar dibagikan bukan hanya saja ke anggotanya sendiri, tapi juga kepada mereka yang membutuhkan bantuan.

Untuk info lebih jauh mengenai BEDO, bisa hubungi Jeff Kristianto di jeff@be-do.org, telp (0361) 759282, atau klik website http://www.be-do.org