Tags

, , , , , , ,

On the spot report

World Boutique 2009 yang menjadi ajang brand fashion boutique dunia di Asia adalah event yang menjadi kesatuan dengan Hong Kong Fashion Week for Fall/Winter 2009. Event ini menjadi ajang bergengsi bagi fashion dunia dengan rekor peserta dan sajian fashion terkini, tak kurang dari 23,700 trade visitors dari 100 negara hadir pada ajang ini di tahun 2008 lalu. Tak heran jika ajang ini memiliki predikat sebagai fashion event terbesar di Asia.

World Boutique 2009 mengambil tempat di Hongkong Convention and Exhibition Centre I, Wanchai, Hongkong. Acara berlangsung dari tanggal 12-15 Januari 2009. Selain berisi menu acara fashion trade exhibition, kompetisi bagi desainer muda dan seminar tentu saja fashion show dari desainer yang menyajikan karya-karya terkininya.

Yang membanggakan adalah kiprah desainer Bali dan Indonesia lainnya pada ajang bergengsi ini mendapat ekspos media dan respon yang sangat baik. Ika, desainer Bali yang kerap menjadi ”menu” yang ditunggu pada acara ini setiap dua tahun sekali menampilkan koleksi terkininya dengan tema ”On The Desert Road to Alexandria”, Begitu pula desainer Bali lainnya yang tampil pada hari ke 3 dalam International Fashion Designers’ Show, Oka Diputra dan Ali Charisma menampilkan koleksi terbaru yang memukau.

IKA
img_6162
esi_0598 esi_0574
esi_0565 esi_0562
esi_0543 esi_0519

OKA DIPUTRA
09aw-okadiputra-003 09aw-okadiputra-007 09aw-okadiputra-013 09aw-okadiputra-027

Selain dalam fashion show, fashion desainer dan brand dari Bali lainnya mengikuti fashion trade show dalam World Boutique 2009 ini. Ika dengan brand Ika collection dan Butoni memiliki beberapa booth yang mendisplay fashion sesuai dengan temanya. Yang lainnya adalah Oka Diputra, Ali Charisma, Dwi Iskandar, Putu Aliki berdampingan dengan stand desainer Indonesia lainnya seperti Dina Midiani, .

Acara ini selain menjadi ajang kreatifitas para desainer dalam menampilkan karya fashion juga menjadi ajang opportunity business yang sangat bernilai dengan hadirnya para buyer dari pelosok dunia. Tak heran jika negara lain seperti Korea dan India serta China memanfaatkan ajang ini untuk mengemas pavillion mereka dengan sangat bagus untuk mempromosikan kualitas produk dan kreatifitasnya. Pemerintah negara-negara tersebut langsung mendukung kiprah desainer dan pengusahanya untuk ”dilirik” di ajang ini. Seharusnya pemerintah Indonesia memanfaatkan ajang ini untuk mensupport talenta dan inisiatif desainer dan pengusaha busana tanah air untuk tampil dalam kemasan yang lebih cantik, powerfull dan impactfull.