Tags

, , , , , , , , ,

ON THE SPOT REPORT BY JEFF, BALI CREATIVE COMMUNITY

creative-cebu-report
Seperti yang telah disampaikan dalam berita sebelumnya, Jeff mewakili Komunitas Kreatif Bali atas kerjasama dengan British Council menghadiri deklarasi Cebu sebagai Creative City. Dari Indonesia Jeff hadir bersama perwakilan dari Komunitas kreatif Bandung dan Yogyakarta Dicky Sukmana dan M. Arief Budiman. Berikut laporannya dari Cebu:

Day 0
Sore hari sebagian delegasi yang sudah datang berkumpul untuk briefing acara selama 1 minggu. Perwakilan dari Indonesia yg sudah hadir 3 orang (Jeff Kristianto-Bali, M. Arief Budiman – Yogja, Dicky Sukmana-Bandung), yang paling banyak adalah Vietnam (7 orang), yg terdiri dari perwakilan pengusaha kreatif, british council dan pemerintah negaranya. Negara lain yg juga hadir adalah Malaysia, Taiwan, Cina. Dari Thailand & Jepang belum hadir hari ini.

Day 1
Acara dimulai dengan berkunjung ke Cebu X Furniture Design Exhibition di Waterfront Ceu City hotel. Pameran nya tidak besar, mungkin sekitar 150 peserta saja, yang unik, mereka memiliki satu are untuk Explorasi Material Baru. Ruby Salutan, Managing Director Pameran ini menyatakan bahwa Cebu X adalah pameran furniture tertua di Philipine, tahun ini adalah yang ke 20. Pameran ini terselanggara sejak adanya larangan export rotan mentah oleh pemerintah (Rotan mentah sebelumnya adalah primadona export Cebu), maka pengusaha rotan beralih menjadi manufactur furniture rotan.

Cebu berkeinginan menjadi Milan of Asia. Yaitu memosisikan menjadi Design Destination in Asia.

Saat ini furniture Cebu mengisi 20% produksi furniture nasional. Dan 80 dari itu adalah Usaha Kecil Menengah (UKM), menyerap 80.000 karyawan langsung dan 140.000 pekerja sampingan, dan pendapatan USD 304 million. Krisis Ekonomi membuat Cebu harus memPHK 12.000 karyawan.

Target pengunjung Cebu X Furniture Expo adalah menengah ke atas . Satu hal yang unik dari pameran ini adalah keterlibatan pelajar dalam membuat desain. Sayang nya tidak boleh foto dalam areal pameran ini.

Acara dilanjutkan dengan berkunjung ke studio Kenneth Cobonpue’s. Kenneth adalah desainer produk lokal yang namanya setara dengan Karim Rasyid. Karya karya nya dipakai dalam berbagai film : CSI Miami, Seventh Eleven, dsb. Dan banyak karya nya yang dijadikan koleksi oleh selebritis international (Brad Pitt dan Angila Jolie memesann Baby Bed ke Kenneth!).

Kemudian kita makan siang di Sa Paolito’s Seafood, restaurant kecil yang sangat ramai. Konsep restorant ini adalah mengubah rumah tinggal menjadi rumah makan, suasana nya betul betul spt kita masuk ke rumah teman, semua dekorasi layakanya rumah biasa. Sayangnya tidak ada ventilasi yang memadai dan langit langit yang terlalu rendah, sehingga kalau ada bencana, tempat ini bisa menjadi masalah besar.

creative-cebu-report-2
Acara dilanjutkan dengan mengunjngi Penjara. Penjara ? Ya Betul, kita ke Penjara ! Namanya CPDRC (Cebu Provincial Detection and Rehabitilation Centre). Penjara ini memiliki program kreatif untuk mengubah sikap penghuninya. Mereka diajari menari ! Dua kali dalam seminggu, mereka melakukan ‘show’ di penjara, dan terbuka untuk umum. Menurut Kepala Penjara, sejak mereka diajari menari, tidak ada lagi napi yang kabur dari penjara. Disini ingin disampaikan bahwa kreatifitas juga bisa mengubah sikap manusia. Tarian dilakukan secara kolosal dan sangat menarik. Tarian mereka ‘Thriller’- Michael Jackson ada di Youtube dan pernah menjadi 10 video yang paling banyak dilihat di Youtube ! Di akhir acara, kami diajak menari bersama, dan berfoto bersama para narapidana. Mereka tidak pernnah menyebut NAPI (prisoner) tapi TOKOH (image). Ini dibuat sebagai bagian untuk membangkitkan rasa percaya diri mereka. Selain menari mereka juga diajari membuat kerajinan, bahkan seragam penjara pun mereka buat sendiri.

Acara kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi pameran One Visayas. Visayas adalah nama provisi di Cebu. Disini ditampilkan hasil karya UKM baik kerajinan maupun makanan. Selain itu juga ada karnaval yang dibawakan oleh anak anak. Pamerannya tidak begitu menarik, selain tidak besar, karya yang dipamerkan juga sangat standard, hampir semua barang juga sudah diproduksi UKM Indonesia.

Acara terakhir hari ini adalah Buyer’s night, cocktail party di lokasi Cebu X Furniture Expo.