Tags

,

Bli-Budhi-Photo-096

Walau tidak terbilang baru, studio seniman Budhiana di Ubung tidak hanya wadah aktifitas berkesenian Made Budhiana saja. Studio itu telah menjadi semacam rumah seni publik yang memiliki fasilitas lengkap indoor maupun outdoor. Di halamannya yang luas selain berserak bebas batu-batu alam dari berbagai tempat juga terdapat panggung kecil dan ruangan semacam tempat artist in residence.IMG_5855

IMG_4129

IMG_5075

Di bagian dalam selain koleksi lukisan terpasang di dinding fungsinya juga sebagai studio seni dengan fasilitas literatur yang lumayan lengkap dan audio visual yang mumpuni baik tata suara maupun gambarnya. Koleksi benda seni dan furniture bermateri kayu lawasan menjadi aksesori ruangan dengan -lagi-lagi- ruang tidur untuk beberapa orang pada balkon. Semua keunikan yang hadir di studio Budhiana ini tak lain adalah hobby Budhiana yang senang mengkoleksi benda seni & perkakas kerja, sadar arsip dan pendokumentasian serta mengagumi teknologi baru yang dapat menunjangnya beraktifitas kesenian. Telah lama pula studio ini menjadi tempat “kost” para seniman atau tempat “escape” yang seru.

Sabtu, 30 Mei 2009, Seniman Frans Nadjira memberi sambutan pada Pembukaan Rumah Budaya Budhiana di Ubung sekaligus merayakan hut sahabat karibnya Made Budhiana. Walau dibuat dengan sangat sederhana namun acara sangat meriah dihadiri para seniman penyair Bali seperti Tan Lioe Ie, Wayan Sunarta (Jengki), Pranita Dewi, pelukis muda, pematung, pemusik. Acara diisi dengan pembacaan puisi, pembacaan cerpen, pentas musik alternatif. Acara ini dipandu oleh I Wayan Suardika.

Esok lusa, tentu saja aktifitas Rumah Seni Budhiana akan semakin marak dan beragam. Tempat semacam ini menjadi “”oasis”  baru bagi kesenian komunitas dan memperkaya tumbuhnya creative cluster di kota Denpasar. Sambil menanti tim pengurus dan dewan kurator memosisikan rumah budaya seni ini, tak ada salahnya kita mampir untuk sekadar inspirasi dan obrolan ringan. 

Nadjira di Budhiana