Tags

, ,

 NAVICULA_poster_by_monez04

Berita Pers
Ditulis oleh Rudolf Dethu

“Pesan utama dalam album ini adalah: ‘Selamatkan diri kita dari diri kita sendiri’.
Mungkin terdengar agak pesimis, tapi sudah saatnya kita membayar apa yang kita perkosa dari alam.
Masalah yang timbul adalah masalah kita semua  dan penyelesaiannya hanya bisa dengan kepedulian bersama”

Introduksi Robi, sang biduan, mengenai rilisan terbaru Navicula.

Salto, tajuk yang dipilih oleh kongegrasi Grunge asal Bali ini, merupakan album ke-6 mereka semenjak berdiri pada tahun 1996. Manuver jungkir balik, gerakan berputar 360 derajat yang dipakai sebagai titel tersebut, merujuk pada sebuah siklus penuh Navicula yang telah koprol-kayang-centang perenang lebih dari 1 dasa warsa. Serta sejak awal hingga kini serius lagi religius menegakkan kebenaran yang teguh diyakini, bahwa—wahai hulubalang Seattle Sound camkan sabda berikut—aktivitas membikin musik dan berkesenian adalah ultra signifikan, nomor wahid, segalanya. Plus passion dalam menggarap album paling mutakhir ini sama saja seperti ketika menggarap album paling mula. Nyala semangat setara gigantiknya. Lalu subjek lain—semisal mengikuti trend dan/atau menjadi mesin industri musik komersial—adalah sekunder, inferior, subordinat, nomor ke sekian. Peduli setan.

Pada karyatama bermuatan 13 lagu + 1 bonus track yang direkam di studio Antida, Bali; dan di-mixing/mastering di studio Palu, Jakarta; ini Robi (vokal), Dankie (gitar), Made (bas), serta Gembull (drum), bereksperimen dengan tembang-tembang keras yang lebih “bernyanyi”, cenderung bersenandung. Namun benang merah emosi, aransemen, pula tekstur suara tetaplah khas Navicula: gusar, gerah, mentah, kasar, indah.

Pun di perkara lirik, tema yang dikibarkan masih setia pada khitah yaitu topik “hijau” alias lingkungan hidup + budaya, senantiasa kritis pada isu sosial, pantang menyerah mengkampanyekan semangat cinta, kebebasan, dan gigih mendukung perdamaian global.

Simak Pantai Mimpi, contohnya. Sebuah komposisi yang menangisi degradasi pantai di Bali Selatan, Dream Land, yang dulunya amat kondang saking rupawannya:
…Mentari kan berlalu
Langit kelam seperti hatiku
Yang tersisa cakrawala
Jadi saksi serakahnya kita
Wariskan berjuta tanya

Pantai mimpi
Tinggal sejarah…

Atau simak gita andalan, Menghitung Mundur, yang bicara tentang bumi menuju akhir jaman, rumor dunia bakal kiamat pada 2012, dimana sebaiknya dihadapi dengan membuka mata hati, selain juga mengendalikan keserakahan indria. Sementara Kau Datang mengapresiasi tulusnya cinta nan penuh maaf. Yang pasti, bineka  pokokpikiran dari “agama” Navicula tertuang gamblang di sekujur album.

Green Grunge Gentlemen datang, salto, dan menang!

“Banyak yang bilang musik kita melawan trend yang ada sekarang.
Kita pikir, bukankah musik Rock itu memiliki jiwa perlawanan?  Dengan sadar kita mengambil keputusan untuk tetap berkarya sesuai dengan hati aja. Kita nge-band karena kita memang suka musik. Kita kaum oposisi yang ingin memberi warna alternatif pada industri musik mainstream lokal”

Agenda Perayaan Penerbitan “Salto”:

16 Juni 2009 – Fame Station, Bandung
18 Juni 2009 – Eastern Promise, Kemang, Jakarta
20 Juni 2009 – Tempo Cafe, Utan Kayu, Jakarta
21 Juni 2009 – Jogja (TKP akan menyusul diumumkan)
22 Juni 2009 – Pesta Partikelir *private party, mind you*, Solo
23 Juni 2009 – Matchboxx, Surabaya
28 Juni 2009 – She Cafe, Malang
Info lebih lanjut: http://www.naviculamusic.com 

Poster keren Navicula dikerjakan dengan seksama dan dalam tempo yang cukup oleh Monez Guzmank