Tags

,

IMG_2381

Ternyata bukan hal sederhana macam berjumpa dan mendengar sharing dari tetamu saja yang di dapat dari OBRAL alias Obrolan Rabu Malam ini. Lebih dari itu telah terjadi kontak yang lebih intens antara para hadirin dan tamu OBRAL. Setidaknya hal ini dirasakan dari OBRAL #2 yang menghadirkan Armenia Nercessian de Oliveira, wanita asal Brazil dibalik sukses Novica.com, Bapak Ir. Putu Dana Pariawan Msc yang direktur Politeknik Negeri Bali serta Von Hatch dari Sanggar Mekar Bhuana. Seusai sharing masing-masing tamu itu telah terjadi “deal-deal” yang menarik dengan beberapa peserta OBRAL.

Armenia yang menjelaskan bagaimana Novica.com digagas dengan mengedepankan aspek social dengan memfasilitasi para artis dan pengerajin untuk mendapatkan ganjaran yang setimpal dari karya-karyanya tidak hanya dalam bentuk materi saja namun juga human interaction yang berdimensi sustainable. Armenia yang menjawab setiap pertanyaan dengan antusias ini mencoba menggambarkan bahwa format Novica.com walau memiliki dimensi bisnis namun misi utamanya adalah memberdayakan manusia dan jaringan, untuk hal ini memang istilah yang tepat adalah social entrepreneur. Kesahajaan seorang Armenia dan kekonsistensiannya menjalankan prinsip ini telah meyakinkan banyak pihak akan arti pentingnya posisi “jembatan” yang berfungsi dengan sebaik-baiknya. Karena keteguhannya itu pula upayanya ini dilirik oleh National geographic untuk bermitra dalam Novica.com dan sebentar lagi, kantor Novica.com di Bali akan merayakan 10 tahun eksistensinya menjalankan misi tersebut.

Tamu OBRAL lainnya Ir. Putu Dana Pariawan Msc sangat menarik juga. Ia banyak mengungkap betapa fasilitas yang dimiliki oleh Politeknik negeri Bali sudah sedemikian canggih namun penggunaannya dalam kapasitas pendidikan masih minim, Ia berandai-andai jika saja fasilitas ini dapat dipakai oleh mereka para praktisi yang mewujudkan kreatifitas desain atau karyanya akan sangat bermanfaat, hal lainnya adalah bagaimana meminimalkan kesenjangan antara dunia akdemis dan praktek dengan cara melibatkan mahasiswa dalam kegiatan pekerjaan yang sebenarnya atau juga dengan cara guest lecturing dengan menghadirkan para praktisi di kampus.

Sedang Von yang mendalami minatnya pada gamelan klasik Bali mengulang kisahnya mengenai ketertarikannya pada musik klasik Bali yang mengantarnya menjadi siswa beasiswa di STSI untuk belajar mengenai gamelan klasik, namun harus menemui kekecewaannya karena source mengenai hal itu sudah sangat terbatas dan tidak sesuai dengan harapan. Namun karena sudah ngebet dengan gamelan klasik Bali yang pertamakali didengarnya justru di luar negeri ini akhirnya merelakan menjual mobilnya demi membiayai pembelian seperangkat gamelan klasik yang hingga kini dipakai bersama anggota sanggarnya di Sanur.

Kekecewaan Von yang kedua ternyata gamelan klasik yang tersisa di Bali hanya tinggal sedikit saja dan artinya termasuk tidak ada minat untuk memainkannya kembali dengan berbagai alasan. Namun hal itu semakin membuatnya kukuh untuk menetap di Bali dan mengembangkannya bersama seka yang dibentuknya “Sanggar Mekar Bhuana” yang membawakan kidung-kidung klasik Bali yang sudah jarang dimainkan. Hasilnya, pertunjukannya di Singapura menuai apresiasi mendalam dan dituangkan dalam bentuk keeping CD yang malam itu turut diperdengarkan dan dijual. Bukan main gembiranya bukan saja karena CDnya laku namun karena apresiasi dari peserta OBRAL juga sudah diberi ruang untuk sharing. Bahkan Ketua Bappeda Kota Denpasar Bapak Anindya Putra berjanji untuk memfasilitasi Sanggar Mekar Bhuana karena spesialisasinya dalam preservasi dan konservasi gamelan klasik di Denpasar. Anindya mengatakan bahwa visi ini sama dengan apa yang sedang dijalankan kota Denpasar yaitu menggali dan memfasilitasi kesenian dan kebudayaan asli untuk dapat diminati kembali.

Hal itu hanya contoh kecil saja dari apa yang terjadi di malam OBRAL. Armenia pun menawarkan kepada Von jika Novica.com dapat memfasilitasi untuk menyampaikan upaya mulia Sanggar Mekar Bhuana ini kepada jaringannya agar mendapat perhatian ataupun sekadar mendistribusikan atau menjual CDnya.

Demikian pula dengan peserta OBRAL yang memang memiliki produk telah terjadi penjajagan untuk kerjasama dengan Novica.com dalam pemasaran dan distribusinya. Tak ketinggalan Pak Putu banyak deal yang membuatnya berbunga-bunga karena merasa memiliki harapan Politeknik yang dipimpinnya memiliki kesempatan lebih baik lagi dengan adanya kerjasama dengan pihak private sector.

Transaksi langsung terjadi di OBRAL #2 dengan aneka barang dan produk karya seniman atau desainer yang dijual dengan harga miring.

Transaksi langsung terjadi di OBRAL #2 dengan aneka barang dan produk karya seniman atau desainer yang dijual dengan harga miring.

Dengan suasana yang casual, di pelataran parkir yang disulap menjadi “ruang” yang hangat, malam OBRAL pun menjadi kesan yang mendalam. Bahkan diyakini setelah ditutup acara sharingnya justru terjadi obrolan-obrolan hangat yang lebih bermutu dan dilakukan secara man to man dengan secangkir kopi hangat di tangan. Obral #2 ini Nampak lebih kental nuansa jejaringnya dan dihadiri oleh beragam peserta, ada desainer grafis yang tergabung dalam Adgi Bali Chapter, Ada dari kalangan pemerintahan, Ketua dan wakil ketua IAI Bali tampak hadir pula dan beberapa arsitek. Bali Blogger Community juga hadir dengan rombongannya, serta banyak personal yang mewakili pribadi maupun institusinya.

Wah, banyak hal baru, yang sedehana dan berada di sekitar kita ternyata hanya perlu dihadirkan dalam sebuah ruang yang bersahaja sehingga mudah memasukinya dan segera menjadi referensi berharga yang tak ternilai. Bali Creative Community mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini dan untuk OBRAL #3 akan diselenggarakan di ARTI Foundation Art Center Bali pada hari Rabu tanggal 5 Agustus 2009. Don’t miss it…

Foto dokumentasi lainnya dapat dilihat di Facebook