Tags

, , ,

concert-navicula1

Oleh RUDOLF DETHU

Jumat, 10 Juli 2009. Pemandangan di Forrest Club di bilangan Renon, Denpasar, Bali, malam itu—selain disesaki penggiat dan peminat sub kultur—gamblang menggambarkan fenomena lintas ras, lintas budaya, lintas negara. Kafe yang menjadi satu kesatuan dengan bangunan Suicide Glam tersebut bak menjadi “hutan” berbagai varian musik, bahasa, juga bangsa. Penuh warna. Kaya nada. Amat klop dengan tajuknya, “Chromatic Forest.”

concert-stylishnonsense6

Navicula, kolektif Grunge nomor wahid di Nusantara, tampil paling mula. Robi dan rekan memilih stripped down, bermain semi-akustik. Kelompok asal Bali ini digdaya memanaskan suasana sekaligus memukau penonton yang didominasi anak muda beranjak dewasa serta dewasa menolak tua. Disambung berikutnya oleh Elena Skoko. Seniwati multi talenta asal Kroasia ini berekspresi lewat apa yang disebutnya “Spoken Words on Acid (House).” Walau sedang hamil muda, Sugar Babe—nama lainnya—dengan diiringi oleh DJ Electrondust relatif sukses menghipnotis penonton yang rata-rata belum familiar dengan aksi seni jenis begitu. Kemudian menyusul kongegrasi Electronica asal Bangkok, Thailand, yang menyebut dirinya Stylish Nonsense. Duh, sungguh nonsens jika berani lancang menyebut mereka sebagai musisi kemarin sore. Padu padan/padu kurang padan/padu nir padan Jazz dengan Lounge Pop lawan musik plastik-robotik yang mereka praktekkan justru tersimak keren lagi mencengangkan plus mendapat apresiasi luar biasa dari hadirin. Berlanjut Muon dari Singapura. Jumat itu mereka hanya berdua saja (sejatinya formasinya berlima). Namun kuantitas minimal terbukti tak menjungkalkan kualitas pertunjukan. Tembang-tembang instrumental pekat Shoegaze, Soundscape merambat melayang via gitar, drum, dan komputer; yang mereka usung ke publik, anehnya, terdengar indah. Dan bikin merinding. Eerie.

Marlowe Bandem alias DJ Electrondust diplot sebagai penampil terakhir. Pria asli Bali yang lama bermukim di Perth, Australia, dan merupakan sosok yang kerap tampil di acara-acara Forrest Club at Suicide Glam Clubhouse, mengibarkan genre khasnya: Headspace Contemplative Soul via Minimal Techno. Opsi-opsi yang disuarakannya dari deck DJ sukses mengundang penonton bergoyang dalam tempo sedang, berdansa dengan emosi terjaga, memenuhi halaman rumput hingga berakhir pada tengah malam.
Sebuah gelar musikal transnasional nan fenomenal. Totally.