Tags

, ,

Maha-Bhandana

Gelar Kreatifitas Seni Budaya Denpasar
8-10 Oktober 2009

Bagi kota Denpasar, masa lalu bukan hanya sekadar kenangan eksotik yang bernuansa nostalgia. Lebih dari itu, kota Denpasar ingin memaknainya sebagai penggalian kembali nilai-nilai luhur dalam berpijak di masa kini dan yang akan datang. Upaya penggalian ini mulai dilakukan lewat berbagai program dan rencana demi mewujudkan Denpasar sebagai  kota kreatif berbasis budaya unggulan.

Setidaknya buah pemikiran I.B. Rai Dharmawijaya Mantra selaku Walikota Denpasar ini hendak melekatkan ruh yang sangat esensial untuk mendasari pembangunan kota Denpasar yang kontekstual dan berwawasan budaya. Penggalian demi penggalian diupayakan dengan memetakan kembali bagaimana eksistensi kota Denpasar dalam perjalanan waktu.

Dalam menggelar program Maha Bhandana Prasadha sebagai sebuah acara yang merepresentasikan keluhuran semangat perjuangan, seni dan budaya kota Denpasar, gagasan ini hendak mengajak warga kota Denpasar melihat kembali puncak-puncak kebudayaan masa lalu yang patut dijadikan kontemplasi, introspeksi dan inspirasi bagi kreatifitas dan semangat berkarya di masa kini dan masa yang akan datang.

Seni budaya luhur dimaksud dimaknai dengan nilai dan semangat Puputan Badung dan ini menjadi cikal bakal lahirnya gagasan Maha Bhandana Prasadha yang diwujudkan dalam pergelaran, fragmentasi, gema sastra, dan ekpresi keagungan dan kreatifitas. Kegiatan yang digelar setahun sekali ini memiliki pesan komunikasi mendalam untuk menyampaikan makna dan prinsip-prinsip kejatidirian, keberanian, kewaspadaan, kebangkitan, keharmonisan, kearifan dan kemuliaan yang menjadi jiwa serta kharisma kota Denpasar hingga saat ini.

Acara yang melibatkan seluruh potensi seni, budaya, pendidikan dan  kreativitas diawali dengan pawai empat penjuru di area Catur Muka pada tanggal 8 Oktober 2009 pukul 16.30 wita, menggambarkan siklus kehidupan masyarakat  Bali yang kaya akan nilai budaya sebagai pijakan bagi generasi berikutnya. Lebih lanjut selama tiga hari (8-10 Oktober 2009) semangat dan ekpresi seni, budaya dan kreativitas digelar di area Lapangan Puputan badung dalam bentuk pertunjukan, pameran serta gema sastra dan filsafat. Lebih dari potensi seni  50 potensi seni dan kreativitas unggulan  akan ditampilkan saat itu.

Denpasar-Old-Town-Memories

Denpasar Old Town Memory
Salah satu dari kegiatan Maha Bhandana yang akan digelar adalah Denpasar Old Town Memory yang berbentuk jamuan makan malam ala tempo doeloe di kawasan hotel bersejarah Bali Hotel di area titik nol kota Denpasar. Jamuan makan malam ini diperuntukan bagi tetamu dan mitra kota Denpasar baik seluruh konsulat asing yang ada di Bali, kalangan pariwisata serta seniman, cendikiawan dan budayawan.
Meskipun dalam judulnya tersirat sebagai “sebuah kenangan” sejatinya kegiatan ini dikemas dengan sangat mendalam dengan pemaknaan mengenai potensi-potensi seni dan budaya unggulan kota Denpasar di masa lalu.
Mulai dari setting dan pemilihan tempat di Bali Hotel yang merupakan sebuah hotel bersejarah yang dibuat oleh maskapai pelayaran Belanda KPM pada tahun 1927 lalu beberapa tahun kemudian dioperasikan untuk wisatawan mancanegara dan tamu penting lainnya seperti Charlie Chaplin, Nehru, Soekarno, dll. Pada masanya, Bali Hotel kerap menampilkan kesenian tradisional dalam menyambut dan menghibur para tamu yang menginap disana. Dan yang terpenting lagi Bali Hotel hadir sebagai saksi sejarah tonggak awal perjalanan dan perkembangan Pariwisata Bali – Indonesia.