Pin4

Om Swastiastu,

Program Ubud Writers & Readers Festival 2009 merupakan saat untuk berkumpul, dan limpahnya ragam sesi panel, pembacaan, peluncuran buku, makan siang sastra, acara kumpul-kumpul malam serta lokakarya sedang dipersiapkan secepat musik yang mengiringi Tari Legong untuk menciptakan acara yang akan mempesonakan Anda.

Dengan tema ‘Suka Duka’ yang akan menghantar kami, beberapa penulis terbaik dari 23 negara akan berkumpul untuk mendiskusikan tema-tema besar jaman kita, yaitu agama, identitas, peninggalan kebrutalan kolonial dan suara pascakolonial, HAM, ras dan identitas, pengasingan, jender, penyensoran, ekspresi sastra dan keadaan.

Pembicaraan utama dan perdana kami, selama 4 hari akan menggelar sesi panel, debat, pembacaan dan bincang-bincang dengan para penulis yang terbaik di bidangnya di dunia. Dengarkanlah Wole Soyinka, orang Afrika pertama yang menerima Hadiah Nobel untuk kesusastraan, mendiskusikan masa hidupnya dalam pekerjaan dan kehumanitarianan; temuilah Fatima Bhutto, sang penyair, wartawan dan novelis yang lantang asal Pakistan, biarkanlah diri Anda terpukau oleh para penyair wanita dengan antologi mereka Not A Muse, jelajahilah empati Lloyd Jones yang menyesakkan hati dalam fabel militer yang berlokasi di Bougainville, Mr Pip, temukanlah Dany Laferriere yang eksentrik dan tak bisa ditebak, dan pecahkanlah kasus A Case of Exploding Mangoes (Ind: Kasus Mangga Yang Meledak) karya Mohammed Hanif.

Perluaslah wawasan Anda dengan grup penulis Afrika yang luar biasa asal Nigeria, Kenya, Zimbabwe dan Mesir.

Kami memberikan persembahan khusus untuk kesusastraan Asia, dan mengumpulkan para penulis yang berbakat dan terkenal dari wilayah ini, termasuk Seno Gumira Ajidarma, Tom Cho, Ng Yi Sheng, Amir Muhammad, NH Dini, Shamini Flint, Wena Poon, Woon Tai Ho, Asitha Ameresekere dan Dede Oetomo.

Dan tentu saja, dalam tradisi Ubud yang akbar, para penulis juga akan bersantai dengan program yang penuh dengan pertunjukan, pembacaan drama, musik dan lagu, film, humor, dan tentu saja, makanan.

Dengan banyaknya penulis kita yang memiliki hasrat yang dalam akan masakan, program festival ini merupakan perjamuan acara sastra yang berpindah-pindah, dari satu hotel ke hotel lain, restoran ke restoran lain, dan rumah pribadi ke rumah pribadi lain, yang semuanya paling spektakuler di Ubud. Para Master Chef Prosa dan Puisi akan memamerkan para pengarang, penyair, penulis naskah drama pemenang penghargaan, serta resep-resep favorit mereka termasuk masakan-masakan dari Burma sampai Zimbabwe, Sri Lanka sampai Pakistan. Rahasia dan kisah keluarga mereka akan dibeberkan, atau mungkin lebih tepatnya terungkap, di tepi sawah sambil menikmati extravaganza dunia yang terdiri dari makanan pembuka, utama, dan penutup.

Dan tetaplah bersama kami untuk rilis program lokakarya kami yang terbentang luas – apa saja: dari penulisan film, makanan, olahraga dan kisah perjalanan, sampai ke puisi, kenangan, penyuntingan dan apa yang harus dilakukan kalau Anda sudah mentok.

Rincian program, acara-acara khusus dan program lokakarya akan dirilis pada 17 Agustus

Ini hanyalah sekeping dari program Ubud Writers & Readers Festival yang berani berbeda dan tak pernah gagal menyukakan hati Anda…

Sampai jumpa di sana.