Tags

, ,

Menyimak Perjalanan Seorang Paul Whitehead

Paul Whitehead barangkali adalah satu dari sekian banyak artis dunia yang mendapat pencerahan dengan memutuskan menetap di Bali mengisi hari harinya saat ini. Tetap semangat bekerja dan melukis setelah 40 tahun perjalanannya mendedikasikan karya surrealis dan desainnya bagi grup dan musisi kenamaan dunia.

Kiprah cemerlangnya menonjol tatkala Paul bergabung di Charisma Record, sebuah label lawas yang terkenal dengan icon “Mad Hatter” yang kelak mendapat sentuhan Paul pula sehingga menjadi lebih colorful.

Setelah pertemuannya dengan Anthony Philip dan diperkenalkan kepada Genesis, Paul mendapat kesempatan membuat desain untuk album Trespass yang dirilis tahun 1970 disaat usianya baru 26 tahun. Album Nursery & Cryme (1971) lalu Foxtrot (1972) meluncur berturut-turut disertai karya seninya. Karyanya bagi album-album mashur Genesis ini diyakini banyak kalangan sangat lekat dengan musiknya sehingga keduanya larut saling menginspirasi. Penyuka Genesis menganggap masa ini sebagai yang terbaik dari perjalanan Genesis dimana Peter Gabriel banyak memberikan warna surealis pada musik Genesis senafas dengan nafas karya Paul.

Ketika Tour Reuni Genesis “Turn It On Again” dilakukan pada 2007 setelah hampir 40 tahun kiprah Genesis dimulai, adalah Paul Whitehead yang diundang kembali menghadirkan reka ulang karya-karya visual yang pernah hadir dalam cover album Genesis menjadi karya baru dalam promo tour maupun aneka “collector’s item” yang artistik.

Tidak hanya untuk Genesis, grup lainnya yang mendapat sentuhan artistic Paul pada cover albumnya adalah Van Der Graaf Generator, Peter Hammill, Le Orme, Rennaisance, dll.

Semenjak 15 bulan lalu Paul menentukan sebuah pilihan penting dalam hidupnya. Ia memilih Ubud sebagai ranah inspirasi sekaligus kehidupan sosial yang menyenangkan. Segera pengalaman batinnya yang baru ini tertuang dalam lukisan-lukisan surrealis dalam bingkai tema “Questions” dan pameran tunggalnya baru saja dibuka di Ganesha Gallery Four Seasons Resort Jimbaran. “Questions?” adalah sebuah refleksi perjalanan batin seorang Paul Whitehead yang kontemplatif.

Tersirat dalam karya karya lukisnya itu semacam perenungannya terhadap perjalanan dan “nilai-nilai Timur” yang tengah dinikmatinya saat ini. Dalam pembukaan pamerannya, Ia menunjuk satu lukisan dimana digambarkan seseorang tengah mendorong batu pipih yang berdiri melingkar seperti penggambaran domino effect. “Ini lukisan terakhir yang saya selesaikan untuk pameran ini seminggu yang lalu” ujarnya menunjuk lukisan yang diberi judul “Karma?’ tersebut.

Sebelum pamerannya di Ganesha Gallery berakhir awal tahun 2010 nanti, Tanggal 25 Desember ini Paul akan membuat semacam art installation di ruang pameran di Ganesha Gallery menggunakan pasir laut membentuk Mandala. Semacam penggambaran dimensi lain dari nilai Christmas.

MEBASE GENEP ADGI BALI CHAPTER
Paul, adalah seorang bersahaja yang terbuka. Ia dengan senang hati ingin berbagi soal kejadian yang dilakoninya selama 40 tahun berkarya dan intens dengan dunia musik. Adalah Adgi Bali Chapter lewat casual gatheringnya “Mebase Genep #8” mendapat kehormatan menampilkan tamu istimewa ini bagi publik untuk berbincang dan bertukar pikiran.

Acara Mebase Genep Adgi Bali Chapter yang ke 8 ini adalah edisi khusus dimana Adgi Bali Chapter berkolaborasi dengan One Dollar For Music –sebuah yayasan yang mengawal pendidikan musik bagi anak muda di Bali- dan Bali Creative Community serta Warung Tresni yang pemiliknya adalah salah satu biang Classic Rock di Bali. Sinergi antar lembaga ini dilakukan demi memperluas jejaring yang lebih memberikan manfaat bagi banyak kalangan.

Seperti halnya bumbu “Mebase Genep” yang komplit dan bercita rasa, perjalanan seorang Paul Whitehead patut “dicicipi” guna memperkaya khazanah kita. Jika tak ada aral melintang, ada extra live music memainkan beberapa lagu Genesis untuk menemani makan malam dan meutup acara Mebase Genep #8 nanti.