Tags

,

Bermula dari rasa jengah terhadap potensi tekstil tradisional yang tidak berkembang seiring jamannya, padahal di dalamnya terkandung nilai keunikan dan kekhususan yang menjadi sangat spesifik sebagai identitas dan nilai ekonomi, maka alternatif pengembangan tekstil tradisional menjadi produk yang mampu bersaing seiring waktu dan masih tetap membawa personalitas budaya perlu dibuat dalam kajian dan revitalisasi.

Kain Endek yang merupakan salah satu khazanah kain tenun tradisional Denpasar harus mampu memuat kekinian yang menjadikan daur produksinya menjadi lebih sederhana dan tetap memiliki nilai estetika serta nilai bisnis dan ekonomi yang tinggi. Demikian halnya alternatif proses produksi yang menyandingkan tenun dengan ragam teknis modern serupa bordir adalah salah satu upaya memberikan nilai tambah yang sekaligus menawarkan kebaruan. Apalagi jika tantangan ini dijawab dengan eksplorasi dalam bidang desain dan pengkayaan motif yang mencirikan Denpasar, tentu akan mengerucut menjadi sebuah ladang baru bagi masyarakat menjadi nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Gagasan menampilkan hasil eksperimen, eksplorasi dan pengembangan hand made tekstil dari Denpasar dalam acara Denpasar Festival adalah upaya pendidikan sekaligus kampanye untuk meyakinkan bahwa dinamika dalam mengemas tekstil tradisional adalah hal penting dalam menjaga daya saing yang bernilai. Dalam pameran selain dikemas dalam stand edukasi yang menampilkan proses hingga hasil eksperimen dalam Endek dan bordir juga menampilkan hasil karya pengusaha-pengusaha tekstil yang terpilih dimana pembuktiannya ditunjukkan dengan karya-karya dan produksi yang berkualitas.


Guna menguatkan misi ini akan dibarengi dengan seminar yang mewacanakan eksplorasi dan eksperimen tekstil tradisional serta segala kendala yang melatarinya untuk ditemukan solusi dan pada akhirnya mengarah kepada motivasi dan pembentukan semangat membuahkan karya karya gemilang. Seminar yang menghadirkan komponen pemerintah, tokoh masyarakat, budayawan, seniman, insan kreatif dan pemerhati tektile ini bertema “Menggagas Konsep Pengembangan Cita Endek & Bordir Denpasar”, akan menampilkan nara sumber yang masing-masing memiliki latar berbeda untuk selanjutnya mengarah kepada integrasi antar bidang tersebut. Nara sumber yang telah dipersiapkan adalah Prof Wayan Geriya mewakili perspektif budaya, Sarah Forbes mewakili perspektif manajemen dan pemasaran dan IGM. Arsawan dari perspektif produksi dan desain. Acara ini akan dimoderatori oleh Wayan Juniartha.

Penampilan kemasan produk kain tradisionalnya sendiri akan dibawakan dalam format fashion on the street dimana beragam model pakaian yang menggunakan olahan kain tradisional akan ditampilkan oleh 120 model, dan tampilkan lebih khusus lagi pada malam apresiasi cita bordir dan endek Denpasar oleh 60 model dan Dharma Wanita Kota Denpasar yang diprakarsai langsung penampilannya oleh Ibu Walikota yang sekaligus sebagai ketua umum Dekranasda Kota Denpasar.

Rangkaian aktifitas pada Denpasar Festival ini ditampilkan sebagai upaya memajukan tekstil tradisional serta memberikan nilai tambah dan daya saing tekstil tradisional Denpasar ini