Tags

Catatan Kuratorial Pameran Garis Kecil

Kami merasakan suatu energi yang luar biasa sekaligus begitu lembut dan polos dari garis-garis kecil dan warna-warna yang dipilih oleh Qiu dan Citra. Bukan seperti perumpamaan energi air yang mampu memecah batu karang, tapi lebih sebagai cahaya lembut dan polos bulan purnama yang membuat air laut pasang. Masing-masing Qiu dan Citra tampil dengan karakternya sendiri, menyampaikan semangat, cinta, dan keinginan yang kuat untuk berkomunikasi dengan lingkungan sekelilingnya.

Misi pameran ini adalah memberikan apresiasi terhadap semangat kreatif, agar para orangtua dapat menyadari pentingnya untuk mendukung bakat dan minat anak-anaknya, serta dengan tindakan yang nyata, mendokumentasikan karya-karya tersebut dengan baik. Visi pameran ini adalah perdamaian dunia lewat kebebasan berkreasi dan bukan dengan batasan-batasan yang otoriter. Anak-anak adalah pewaris kehidupan yang sedang kita jalani sekarang dan sikap mendukung kreativitas anak secara positif dapat dilakukan orang tua di mana pun, juga dari rumah dan lingkungan keluarga masing-masing.

Karya seni yang berkualitas memberikan suatu pengalaman batin bagi penikmatnya dan inilah yang terjadi dalam diri kami sebagai kurator. Kami ingin membagi pengalaman batin yang menyegarkan ini juga kepada anda semua.

Fransiska Prihadi Wulia (Cika) dan Edo Wulia, kurator

Cika adalah Arsitek, Penulis, Pengamat Kehidupan Kota, sejak 2008 aktif menjadi pembimbing Kumon.
Edo adalah Seniman Grafis, Disainer, Penulis, yang juga adalah guru musik dan pemain Drum dan Perkusi profesional.

PRAKATA
Sebagai psikolog, dan sebagai ibu, saya sangat menghayati betapa berharganya seorang anak bagi orangtuanya. Bahkan tidak hanya bagi orangtuanya saja, melainkan bagi bangsanya. Meskipun saat ini tampaknya tidak berdaya, bandel, dengan segala sifat anak-anak pada mereka, mereka adalah calon-calon pemimpin masa depan. Di dalam genggaman tangan merekalah sebuah masa depan terletak. Tidak hanya bagi orangtuanya, bangsanya, tetapi juga bagi seluruh kehidupan dan kelangsungan umat manusia.

Kehidupan itu siklinal sifatnya. Generasi yang sekarang, tentu tidak abadi. Kita akan digantikan oleh anak-anak kita. Dan proses ini adalah proses alam, bagian dari lingkaran hidup the circle of life. Dengan demikian, kualitas anak-anak di masa sekarang menentukan kualitas sebuah bangsa di masa mendatang. Itu sebabnya mengapa pendidikan, pembinaan generasi muda adalah penting. Dan pendidikan yang terutama ada dalam keluarga, oleh orangtuanya.

Karena anak-anak begitu berharga, maka masa kanak-kanak merupakan masa yang luar biasa penting untuk membantu anak tumbuh secara benar. Maksudnya adalah agar anak-anak tumbuh dan berkembang sebagai anak-anak, secara optimal, namun tetap wajar sesuai dengan tahapan perkembangannya.

Perkembangan adalah sebuah proses. Sebagai sebuah proses, ia berlangsung terus menerus seumur hidup seseorang. Dan perkembangan seorang manusia, dimulai sejak pembuahan, ketika ia tumbuh dalam kandungan ibu, dilahirkan, tumbuh sebagai anak-anak, remaja, menjadi dewasa, sampai akhir hayatnya nanti. Di sepanjang rentang kehidupan seseorang, ada tahapan-tahapan perkembangannya. Dan dalam setiap tahapan perkembangan tersebut, ada tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi, agar ia tumbuh sebagai pribadi yang sehat, bahagia dan utuh, serta siap menjalani tugas perkembangan di tahapan berikutnya.

Itu sebabnya mengapa di usianya yang muda, setiap anak berhak untuk diberi kesempatan mengenal dunia melalui kacamatanya sendiri, menerjemahkannya, dan menuangkannya melalui berbagai media yng kreatif. Hal ini akan membuatnya tumbuh utuh sebagai anak yang kreatif dan gembira. Itu juga sebabnya mengapa dengan sepenuh hati saya mendukung kegiatan ini sebagai sebuah sarana yang baik untuk mengapresiasi karya anak-anak. Saya berharap, apa yang ditampilkan dalam pameran ini memberikan inspirasi yang baik kepada kita semua untuk mampu mengenal anak dan menghargai kekayaan imajinasinya yang kreatif. Karena apa yang terjadi sekarang, apa yang dialami oleh anak-anak kita di usianya yang belia, akan dibawanya dalam hidupnya, seumur hidup.. Setiap pengalaman menorehkan jejak dalam diri anak yang akan dibawanya seumur hidupnya, dan memberikan warna bagi masa depannya. Dan di usianya yang muda, setiap anak berhak untuk diberi kesempatan mengenal dunia melalui kaca matanya sendiri.
Jakarta, 29 Januari 2010
Ratih Ibrahim

Psikolog, ibu dua anak tercintanya.
Ibu Ratih Ibrahim adalah:
Narasumber berbagai media publik untuk topik-topik psikologi, meliputi Televisi (diantaranya : Matahari, Selamat Datang Pagi, Fenomena, Insert, Back to Beck, The Scholar, Kroscek, The Interview, Breakfast Club, dll); Radio (diantaranya ARH, Trijaya, HardRock FM, Cosmopolitan FM, Female Radio, Kiss FM, Trijaya FM, Radio Bahana, Radio Utan Kayu, AutoMotion, E-Radio, dll); Surat Kabar, (diantaranya : Kompas Berani, JurNas, Media Indonesia, Indo Pos, Republika, Sindo, dll); Majalah (diantaranya : Cosmopolitan, Good House Keeping, Spice, Bazaar, Femina, FIT, Pesona, CintaCinta, Prodo, Mahligai, Marketing, Reader’s Digest, Intisari, Men’sHealth, Intisari, Hidup, dll); Tabloid (diantaranya : Nyata, Nova, Nakita, Wanita Indonesia, C&R, Genie, Info Kecantikan, dll); dan juga adalah Pemerhati dan Penceramah masalah pendidikan, perkembangan anak dan remaja.