Perbedaan kultur dan paradigma didasari oleh cara pandang dalam masyarakat yang seiring waktu mempengaruhi cara berpikir tiap generasi. Perubahan dalam proses berpikir suatu generasi dipengaruhi periode mereka dalam mempelajari arsitektur serta daya tangkap dalam memahami lingkungannya, yaitu perubahan identifikasi dalam paradigma para pelaku dunia arsitektur.

Memahami hal tersebut, Popo Danes Architect merancang sebuah agenda rutin pada hari Jumat pertama tiap bulan -dimulai bulan ini- bertajuk Architects Under Big 3. Kegiatan ini dipersembahkan untuk arsitek muda usia dibawah 30 tahun. Dalam kegiatan ini arsitek muda diberi kesempatan untuk mempresentasikan karya arsitektur beserta pemikiran mereka pada publik melalui presentasi non formal yang diteruskan dengan diskusi santai ditemani snek ringan dan minuman hangat. Melalui pendekatan ini, arsitek beserta ide dan karya arsitekturnya berkesempatan untuk mendapatkan ruang berkomunikasi dengan khalayak yang lebih luas, baik khalayak awam arsitektur maupun khalayak arsitektur.

Arsitek muda pertama yang bekesempatan membuka acara ini adalah Mohammad Raditya Perdana yang akan berbagi konsepnya mengenai arsitektur, serta perjalanannya ke Waerebo, Flores baru-baru ini. Architects Under Big 3 #1 berlangsung pada hari Jumat, 7 Mei 2010 pukul 19:00 WITA s.d. selesai bertempat di Danes Art Veranda, Jl. Hayam Wuruk No. 159 Denpasar 80235 Bali.

Tentang Mohammad Raditya Perdana:
Mohammad Raditya Perdana atau biasa dipanggil Yayak lahir di Pekanbaru, 17 Februari 1986. Menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur Universitas Gajah Mada pada tahun 2007 dan kini melanjutkan studi di Kajian Lingkungan Binaan Etnik Program Magister Arsitektur Universitas Udayana. Yayak yang hijrah ke Bali pada tahun 2008 saat ini bekerja di Mamo Studio.

Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya

* Kami menunggu dengan berbahagia lamaran arsitek muda selanjutnya untuk tampil pada Architect Under Big 3 bulan Juni.

The difference between culture and paradigm is based on people’s perspective, which is by time, determines the way of thinking of each generation. Today, changes in the process of thinking of a generation is influenced by their period in learning architecture as well as their perspective in understanding its environment that is identification changes within the paradigm of architecture agents.

Understanding this matter, Popo Danes Architect creates a routine agenda on the first Friday of every month –starting this month- titled Architects Under Big 3. This activity is dedicated to young architects under age 30 years. In this program, a young architect is given opportunity to bring up their idea and works of architecture to the public through non-formal presentation followed by casual discussion accompanied with snacks and warm drinks. Through this approach, the young architect gets a space to communicate with a wider audience, both lay audiences of architecture and architectural audience.

The first Architects Under Big 3 will be opened by Mohammad Raditya Perdana who will shares his concept of architecture as well as his trip to Waerebo, Flores recently. Architects Under Big 3 #1 will be held on Friday, May 7, 2010 at 7pm at Danes Art Veranda, Jl. Hayam Wuruk No. 159 Denpasar 80235 Bali.

About Mohammad Raditya Perdana
Mohammad Raditya Perdana or Yayak was born in Pekanbaru on February 17, 1986. He graduated from Architecture Faculty Gajah Mada University in 2007 and now continuing Ethnic Study of Built Environment Master of Architecture Udayana University. Yayak who moved to Bali in 2008 is currently working at Studio Mamo.

The event is open for public and free of charge
*We await happily for the next application from any young architects for Architects Under Big 3 in June 2010 agenda.

Contact person:
P. 62 856 3815 117 (Erika Dyah), 62 81 8027 52358 (Riri Prabandari)
E. architect@popodanes.com, thegallery@popodanes.com

Danes Art Veranda
Jl. Hayam Wuruk No. 159
Denpasar 80235 Bali Indonesia
P. 62 361 242659
F. 62 361 242588
E. thegallery@popodanes.com