Tags

, ,

OBRAL hadir kembali ke hadapan kita semua. Kini kehadirannya ditandai dengan tamu-tamu istimewa yang akan sharing bersama. OBRAL kali ini akan diselenggarakan di Danes Art Veranda, Jalan Hayam Wuruk Denpasar pada hari Jumat 11 Juni 2010 mulai jam 19.00 Wita. Tamu kita adalah Pintor Sirait dan Tim Kreatif Dagadu dari Yogyakarta. Pastikan kita semua mendengar dan menyimak sesuatu yang baru sebagai referensi.

PINTOR SIRAIT
Seorang pematung kontemporer Indonesia terkemuka
. Lahir di Braunschweig, Germany, 1962. Mengenyam pendidikan: 1985-1988 – Bachelors degree, Liberal Arts, University of Nevada-Reno (UNR), Nevada – USA / 1989-1990 – Stone Carving work-shop, Institute of Technology-Bandung / 1990-1992 – Graduate Special sculpture student.

Karya Pintor tersebar di banyak negara dengan ciri khasnya menggunakan materi stainless atau metal. Salah satu karyanya yang terkemuka adalah replika Formula One yang menggunakan stainless steel. Pintor kini menetap di Bali dengan studionya yang luas di Sanur.

DAGADU
Siapa tak kenal Dagadu, merek souvenir khususnya kaos yang sohor dari Jogja. Nama Dagadu kini sesuatu yang identik dengan identitas kota Yogyakarta dan dengan cara seperti ini sebuah kota dibangun oleh sebuah kreatifitas yang dikembangkan menjadi brand. Pilihan nama Dagadu bermula dari salah seorang di antara mereka yang mengumpat dalam bahasa slang Djokdja : dagadu! (baca: matamu). Umpatan itulah yang memberi inspirasi nama merk dagang produk cinderamata mereka sesaat sebelum mereka berjualan.

Akhirnya, Dagadu resmi menjadi merk produk cinderamata alternatif yang dijual di Malioboro Mall ini. Untuk menunjukkan lokalitas dari mana cinderamata itu berasal, ditambahilah kata Djokdja setelah Dagadu. Sementara itu pemakaian ejaan lama pada kata Djokdja dimaksudkan untuk memberi muatan nilai historis kota Jogjakarta. Sejak awal kelahirannya, Dagadu Djokdja sudah memposisikan diri sebagai produk cinderamata alternatif dari Djokdja. Sebuah cinderamata, tentu saja akan mengeksplorasi semangat dan khasanah budaya lokal. Selain praktis dan ringan sebagai syarat fungsionalnya, cinderamata juga harus menjadi benda kenangan. Dengan kata lain, selalu ada cerita dibaliknya, ada keunikan yang dibawanya.

Djokdja selalu menjadi tema sentral produk Dagadu Djokdja. Everything about Djokdja. Ya tentang artefaknya, bahasanya, kultur kehidupannya, maupun peristiwa keseharian yang terjadi di dalamnya.