The Jakarta Post: Rudolf Dethu: Devoted to music

Trisha Sertori, Contributor, Denpasar | Thu, 01/13/2011 10:36 AM | People

 

JP/J.B. Djwan

JP/J.B. Djwan

Rudolf Dethu loves music. This man who does not play an instrument breathes sound like the rest of us depend for life on oxygen. The sounds people create are what give him life.

“Since I was a kid I’ve been interested in music,” says Dethu in understatement of his passion. He was born 42 years ago, he says with an ear for music, popular culture and new directions that drew him to start a bunch of bands that were not mainstream, breaking fertile ground in the process. Continue reading

Advertisements

The Jakarta Post: Island’s creative spirit is alive and kicking

Tags

Unleashing talent: The Bali Creative Community and artists meet for a Pin Hole Camera show.Courtesy of Bali Creative Community

Trisha Sertori, Contributor, Denpasar | Thu, 01/13/2011 10:49 AM | Feature

Unleashing talent: The Bali Creative Community and artists meet for a Pin Hole Camera show.Courtesy of Bali Creative   arts are at the heart of Balinese culture. Stretching out in every direction are women making offerings or gliding the streets with fruits and flowers atop gilded bowls; in their swaying wake are gongs of brass and Hinduism’s Gods carried aloft on brocaded divans. Continue reading

The Jakarta Post: One Dollar for Music

Tags

One dollar for music

Trisha Sertori, Contributor, Sanur, Bali | Sat, 01/08/2011 11:17 AM | Entertainment

Music for all: A group made up of mainstream school dropouts create their own music on devised instruments. Courtesy of One Dollar For Music

Music for all: A group made up of mainstream school dropouts create their own music on devised instruments. Courtesy of One Dollar For MusicOn many a street corner young Indonesian kids strum out chords on rough cat-gut guitars, others tap out a beat on homemade drums while brave souls step up on vocals. Continue reading

Koleksi Fashion Ika terbaru “Butterfly Momma” di Hong Kong Fashion Week Fall/Winter 2011

Tags

,

Butterfly Momma adalah inspirasi cemerlang dari tradisi etnik Miao dan seakan berjodoh dengan style yang telah menjadi ciri khas fashion desainer Ika dalam karyanya selama ini. Karya fashion Ika yang kaya akan art dan crafting memadu padankan beberapa teknik fashion dan material menjadi identitas fashion Ika. Continue reading

Bali Creative Festival: Menjadikan Bali sebagai Destinasi Industri Kreatif

Press Release – Untuk Disiarkan Segera

Komunitas kreatif Bali akan menggelar Bali Creative Festival (BCF). Semua komunitas kreatif, seperti fashion, desain, musik, fotografi, arsitektur dan lain-lain bersiap berpesta selama empat hari, 3 – 6 Desember 2010 nanti. Kegiatan akan dipusatkan di Art Centre, Jl Nusa Indah, Denpasar.

“Festival ini untuk mengumpulkan semua potensi kreatif di Bali yang kami anggap menonjol,” kata Rudolf Dethu, Koordinator BCF. Continue reading

Program Bali Creative Festival 2010

Bali Creative Festival
Perayaan potensi terbaik insan kreatif Bali
3-6 Desember 2010, 10.00-22.00
Art Centre, Denpasar


Jumat, 3 Desember

Pertunjukan Jalanan
15.00-18.30 Bali Hip Hop, breakdance, graffiti
Lokasi: Di bagian Utara kompleks Art Centre, depan Gedung Kriya
Koordinator: Dedi Kristian – Bali HipHip Community
Kontak: 081805522891 / kristian_dedi@yahoo.com

Musik Akustik
15.00-18.30 Musisi muda hasil seleksi OneDollarForMusic
Lokasi: Kalangan Ratna Kanda, sebelah Selatan Ardha Candra
Koordinator: Hideki Yanagihara – ODFM
Kontak: 08179795298 / pr@1dollar4music.com

Lokakarya
19.00-habis Pemutaran film oleh Minikino
Lokasi: Di bagian Utara kompleks Art Centre, bangunan kaca
Program hari 1 (Tanggal 3 Des 2010) : Screening dan Diskusi : Karya Anak Bali
Adalah kompilasi film-film pendek terbaik dari tradisi tahunan minikino di Denpasar, untuk mempertemukan para filmmaker dengan penontonnya dalam suasana akrab dan saling membangun semangat untuk menghasilkan karya yang semakin baik. Tahun 2010 adalah tahun ke-8 dari event Open Desember Minikino. Sesi diskusi akan dipandu langsung oleh para volunteer minikino dan para filmmaker yang terlibat.

Koordinator: Edo Wulia
Kontak: 081353229865 / edo@minikino.org

Panggung Utama
Tema: Opening Party
18.30-19.30 Pembukaan [koreografer: Kadek Suardana]
19.30-20.30 Ayu Laksmi
20.30-21.15 Balawan & Ethnic Fusion
21.15-22.00 The Hydrant
22.00-habis Navicula
Lokasi: Ardha Candra
Koordinator: Wena Wahyudi
Kontak: 087860072625 / wenawahyudi@gmail.com


Sabtu, 4 Desember

Pertunjukan Jalanan
15.00-17.00 Mepantigan
Lokasi: Di bagian Utara kompleks Art Centre, depan Gedung Kriya
Koordinator: Putu Witsen

Diskusi Santai
10.00-12.00 Tema: Social Entrepreneurship – Narasumber: Iwan EsJePe & Enrico
Moderator: Yoke Darmawan (dalam konfirmasi)
13.00-15.00 Tema: Art & Music Management – Narasumber: David Karto (demajors record Jakarta) & Reza Asung (Ruang Rupa Jakarta)
Moderator: Prima Yudhistira
17.00-19.00 Architects Under Big 3

19.00-20.00 Pecha Kucha Night # 7 “Young Blood”

Lokasi: Tenda di sebelah Timur Ardha Candra
Koordinator: Wiwien Gunawasika
Kontak: wienpro@gmail.com
Koordinator Pecha Kucha: Jeff Kristianto
Kontak: 0818977018 / jeff@be-do.org

Lokakarya
10.00-15.00 Mengulik puisi & cerpen bersama Moch. S. Welang
19.00-habis Pemutaran film oleh Minikino
Lokasi: Di bagian Utara kompleks Art Centre, bangunan kaca

Program hari 2 (Tanggal 4 Des 2010) : Screening dan Diskusi : Indocs+Goethe Institute: Transgender
Adalah kompilasi 3 film dokumenter Internasional yang bertema kontroversial mengenai isue Transgender. Program ini dipersembahkan oleh InDocs, sebuah yayasan yang bergerak di bidang pengembangan film dokumenter di Indonesia, dan minikino.org sebagai partner lokal untuk wilayah Bali

Koordinator: Edo Wulia
Kontak: 081353229865 / edo@minikino.org

Musik Akustik
15.00-18.30 Musisi muda hasil seleksi OneDollarForMusic
Lokasi: Kalangan Ratna Kanda, sebelah Selatan Ardha Candra
Koordinator: Hideki Yanagihara – ODFM
Kontak: 08179795298 / pr@1dollar4music.com

Panggung Utama
Tema: Blues, Jazz, Pagelaran Busana + Talenta Muda
18.00-19.00 Talenta Muda OneDollarForMusic
19.00-19.45 Bali Puisi Musik
19.45-20.30 Jegog Jazz
20.30-21.00 Pagelaran Busana oleh APPMI

21.00-22.00 Baio
22.00-habis Koko Harsoe
Koordinator: Wena Wahyudi
Kontak: 087860072625 / wenawahyudi@gmail.com

Minggu, 5 Des

Diskusi Santai
10.00-12.00 Tema: Blog & jejaring sosial – Narasumber: Kaskus & Bali Blogger Community
Moderator: Anton Muhajir
13.00-15.00 Tema: Gaya Hidup Hijau & Berkesinambungan – Narasumber: Paola Cannuciari (EcoBali), Singgih (Magno Radio), Cok “Pejeng” Natural Textile.
Moderator: Robi Navicula
15.00-16.00 Tema: Creative Entrpreneur – Narasumber: Popo Danes

Lokakarya
10.00-13.00 Digital Imaging: Kokok Saja
13.00-16.00 Kamera Lubang Jarum: Ray Bachtiar
19.00-habis Pemutaran film oleh Minikino
Lokasi: Di bagian Utara kompleks Art Centre, bangunan kaca
Koordinator: Edo Wulia
Kontak: 081353229865 / edo@minikino.org

Musik Akustik
15.00-18.30 Musisi muda hasil seleksi OneDollarForMusic
Lokasi: Kalangan Ratna Kanda, sebelah Selatan Ardha Candra
Koordinator: Hideki Yanagihara – ODFM
Kontak: 08179795298 / pr@1dollar4music.com

Panggung Utama
Tema: Rock, Indie + Talenta Muda
18.00-19.00 Talenta Muda OneDollarForMusic
19.00-19.30 Rokavatar
19.30-20.00 Discotion Pill
20.00-20.30 Painful By Kisses
20.30-21.00 Parau
21.00-21.30 Nymphea
21.30-22.00 Lolot
22.00-habis Nanoe Biroe
Koordinator: Wena Wahyudi
Kontak: 087860072625 / wenawahyudi@gmail.com

Senin, 6 Des

Diskusi Santai
10.00-12.00 Tema: Gono Gini Indie – Narasumber: Adib Hidayat (Rolling Stone), JRX (Superman Is Dead), Sammy Bramantyo (Seringai)
Moderator: Ngurah “Lengkonk” Termana

Jumat-Senin, 3-6 Des
Pameran Kreatif
10.00-22.00 Kolaborasi penggiat seni & praktisi industri kreatif Bali
Antara lain: Pameran Denpasar Photographers Community, Komunitas Lingkar & Eka Rock (Superman Is Dead); Adgi (Asosiasi Desain Grafis Indonesia), komunitas kartun, pameran poster World Silent Day, BEDO (Bali Export Development Organization), koalisi seniman visual, dsb
Koordinator: Yudhi Irawan
Kontak: 08124693018 / irawan_lintas@yahoo.com

EXHIBITION:
1. Inspiring Exhibition
2. Creative Exhibition
3. World Silent Day Poster Exhibition oleh Adgi dan Bali Creative Community

ART & INSTALLATION
1. Art Installation
2. Graphics Instalation by Adgi
3. Cartoon Installation by Bali Cartoonist Community
4. Photo Installation by Lingkar Community
5. Mural by Koalisi Seniman Visual

Acara ini gratis, tidak dipungut biaya, bebas bea!
Mari berpartisipasi. Daripada macet inspirasi & mati kreasi.
NB: Jadwal masih bisa berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu

Pameran Poster Internasional World Silent Day Kolaborasi Adgi dan BCC

PRESS RELEASE:
Adgi dan Bali Creative Community kampanyekan World Silent Day lewat Pameran Poster Internasional

Bumi memang semakin tak ramah, penyebab utamanya adalah kesemena-menaan manusia dalam menjalankan hidupnya yang tidak terkontrol. Perubahan iklim dan pemanasan global hari demi hari menggerus bumi sehingga berakibat malapetaka bagi manusia sebagai penghuninya. Continue reading

Adgi “Rame Rame Ajak Mawas”

Adgi sangat berduka dan prihatin terhadap bencana yang tengah menimpa Indonesia. Longsor di Wasior, banjir di Jakarta, Tsunami di Mentawai dan bencana di Merapi seakan tengah menguji kita semua. Selaku organisasi asosiasi desainer grafis di Indonesia, Adgi mengajak seluruh komponen bangsa dengan segala kemampuan dan upaya untuk membantu saudara kita yang terkena bencana. Adgi juga mengajak para desainer grafis tanggap dan peduli bencana ini. Menyoal desainer tanggap bencana, Adgi melakukan koordinasi cepat turut membantu meringankan beban masyarakat yang terkena bencana dengan mengajak publik memberikan bantuan baik berupa finansial maupun kebutuhan lainnya. Continue reading

Architects Under Big 3 No. 7: Putu Wiadnyana

TENGANAN : ARCHITECULTURE

Tenganan, sebuah desa Bali Aga yang terletak di Desa Manggis Kecamatan Karangasem, Bali merupakan tempat yang unik-spesifik dengan sistem sosial dan ritual yang komplek menjadi tantangan tersendiri bagi setiap individu di Tenganan dalam kesehariannya, bagaimana budaya dan adat-istiadat lokal tetap bisa lestari dan dinamis di tengah globalisasi tanpa kehilangan identitas dan jatidiri. Continue reading